Beranda Florata News Wabup Agus Boli Bereskan Kisruh Pemecatan Guru SMAN 1 Larantuka

Wabup Agus Boli Bereskan Kisruh Pemecatan Guru SMAN 1 Larantuka

68
0

FLORESPOST.CO, Larantuka Wakil Bupati Flores Timur Agustinus Payong Boli akhirnya membereskan kisruh pemecatan guru di SMAN 1 Larantuka, Sabtu (15/8/2020).

Hanya dalam hitungan kurang lebih 45 menit, persoalan terkait pemecatan itu pun selesai dengan dimediasi oleh Wakil bupati Agus Boli.

Sebelumnya, mediasi berlangsung begitu alot karena, pihak Sekolah SMAN 1 Larantuka tetap mempertahankan sikap mereka dengan tidak menerima Gregorius Riberu (guru yang dipecat-red) kembali mengajar dalan waktu singkat.

Namun, dengan modal mandat dari Pemprop NTT, Wakil Bupati Agus Boli akhirnya memutuskan Guru Honor Gregorius Riberu,S.Ag, di terima kembali mengajar bulan September 2020, dan Sisa bulan Agustus 2020, Wabup sebut sebagai proses asimilasi yakni, Gregorius mesti melakukan proses merendah, yakni dengan meminta maaf kepada kepala sekolah secara budaya Lamaholot.

“Supaya ketika masuk mengajar nanti secara psikologi sudah tidak merasa minder dalam pergaulan,” kata Wakil Bupati.

Wabup juga menasihati Gregorius agar bijak menggunakan media sosial, mempublikasi hal-hal yang mestinya bisa di lakukan secara face to face sesuai tata krama budaya Lamaholot.

Temui Titik Terang

Di ruang kerja Wakil Bupati, kemudian menggali keterangan dari pihak Kepala Sekolah dan Guru honor Gregorius Riberu, serta pihak-pihak lain di antaranya, wakil-wakil Kepala Sekolah, sedangkan Guru Gregorius Riberu di dampingi keluarganya.

Setelah mendapat pengaduan dari pihak yang di rugikan, wakil Bupati Agus Boli langsung berkordinasi dengan Gubernur/Wakil Gubernur dan Kepala dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, untuk mediasi kasus di maksud.

“Karena secara formil adminstrasi itu Pendidikan Menengah adalah kewenangan Pemprov,” kata Wakil Bupati.

Namun kata Agus Boli, Pemprop NTT kemudian memandatkan kepadanya untuk memediasi kasus pemecatan guru honor di SMAN 1 Larantuka.

Wakil Bupati Agus Boli mengatakan bahwa, sesuai UU nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan daerah, menegaskan bahwa urusan pendidikan adalah urusan konkuren, artinya kata Dia, ada pembagian urusan bukan pemisahan urusan soal pendidikan.

“Karena itu urusan Pendidikan, mulai dari TK -PAUD sampai Perguruan Tinggi adalah tanggungjawab bersama pemerintah di semua tingkatan dalam NKRI, hanya saja secara formil adminstratif di bagi sesuai tingkatan kepemerintahan, contohnya Pemerintah Kabupaten Flotim memberi beasiswa mahasiswa IKTL Larantuka walaupun secara administrasi itu urusan Menteri Pendidikan,” jelas Agus Boli.

Dikatakan Wabup, pendekatan yang di pakai dalam penyelesaian kasus tersebut menggunakan metode Humantarian Approach bukan Law Approach sesuai budaya Lamaholot.

Menurutnya Wabup, motif kasus ini adalah Konflik sosio emosional bukan sosio culture, sehingga tambah Wabup, seseorang yang merasa terpojok bisa melakukan apa saja, termasuk curhat di medsos.

“Karena itu pendekatan secara kemanusiaan adalah langkah yang tepat sesuai budaya Lamaholot. Ini menjadi pelajaran berharga bagi para kepala sekolah, dan siapa saja agar jangan memecat secara sembarangan, mengingat beban ekonomi dan keluarga serta masa depan guru di maksud,” ungkap Agus Boli.

Agus Boli juga berpesan kepada semua guru-guru, tidak semua hal harus di tulis di medsos yang akhirnya dapat memicu masalah baru.

Keputusan Wakil Bupati Agus Boli mengaktifkan kembali status guru Papi Riberu ini pun diterima semua pihak.

Tampak Gregorius Riberu atau biasa disapa Papi Riberu pun melakukan permintaan maaf nya dengan menghampiri semua guru yang hadir dalam mediasi itu.

Papi Riberu menyalami dan berjabatan tangan dengan sesama rekan gurunya temasuk Kepala sekolah di ruang Wakil Bupati Agus Boli.

Penulis: Tarwan Stanis
Editor: Frans Ramli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here