Beranda Opini Opini| Pemberdayaan Pendidikan di Tengah Covid-19

Opini| Pemberdayaan Pendidikan di Tengah Covid-19

166
0
Foto ilustrasi (ist)

Oleh: Yohanes Nardi Nandeng

(Mahasiswa Unika St. Paulus Ruteng)


Pendidikan sangat urgen bagi manusia suatu tuntutan dan kewajiban diera revolusi 4.0, manusia ingin belajar mengenai perubahan yang terjadi disekitarnya. Pendidikan bisa mengarahkan manusia dari ketidaktahuan menjadi tahu akan segala sesuatu yang ingin dipelajari, pendidikan juga bisa membuat orang sadar dengan keberadaanya, memanusiakan manusia, memaksa manusia untuk berpikir, berinovasi, dan berkraetif, sehingga pendidikan sangatlah penting bagi perkembangan hidup manusia di muka bumi ini.

Keinginan manusia untuk berpikir jernih dan berkreasi adalah hal yang manusiawi tidak bisa dibatasi oleh orang lain, sarana dan daya dukungnya adalah pendidikan yang harus diperioritaskan, supaya daya berpikir itu bisa berkembang dengan efektif. Jika dalam dunia pendidikan tidak berjalan dengan baik, maka yang terjadi adalah adanya ketertindasan dan pembungkaman cara berpikir yang hambur adur, daya kritis lemah, juga tindakan manusia yang tidak bisa mengontrol diri, dan yang paling parah adalah manusia tidak bisa mempelajari perkembangan yang tarjadi saat ini. Inilah dampak yang akan terjadi terutama bagi kaum muda yang sedang berproses dalam dunia pendidikan.

Pendidikan yang terjadi di tengah covid-19 mengalami degradasi, baik dari segi nilai, kualitas, juga ouputnya. Situasi pendidikan saat ini mengalami tantangan yang begitu luar biasa beratnya, membutuhkan solusi yang tepat dari pemerintah serta membuat terobosan baru supaya pendidikan bisa diberdayakan dari situasi ini. Pendidikan saat ini dibanding dengan pendidikan sebelumnya mengalamai perbedaan yang signifikan , pendidikan sebelumnya berlaku seperti biasa siswa memperoleh pengetahuan di dalam ruangan kelas di suatu lembaga pendidikan tertentu yang berlaku secara formal. Tetapi pendidikan ditengah covid-19 melaui daring semuanya berbasis jaringan, belajar dari rumah saja, dengan mengandalkan teknologi sebagai alat untuk mencapai tujuan pendidikan. Tujuan dari semua ini adalah untuk menjaga penyebaran dari virus korona.

Namun situasi pendidikan saat ini mengalami hambur adur, pembelajaran dari rumah tidak efektiv, ini berdampak pada sumber daya manusia (SDM) pemblajaran daring ini memang pantas dilakukan, ini satu-satunya langkah preventif untuk terus berlanjut dalam aktivitas pendidikan. Namun pendidikan nilai atau karakter tidak bisa hanya lewat media saja, harus ada pendampingan yang baik, ini juga sangat penting dilakukan. sehingga saranya guru dan orang tua wali luangkan waktu untuk selalu mendampingi dalam saat belajar, juga memperhatikan pendidikan nilai dan karakter, ini juga sangat dibutuhkan dalam kemajuan suatu bangsa.

Kebijakan pemerintah menggunakan belajar daring sangat disayangkan, kenapa demikian, karena tidak semua sekolah di Indonesia bisa dijangkau oleh jaringan. Misalnya sekolah yang berada di pelosok-pelosok, ini persoalan yang sangat serius bagi bangsa Indonesia, tuntutan dalam dunia pendidikan harus ada keadilan dalam sistem pendidikan supaya tida ada yang namanya penindasan dalam sistem pendidikan.Masi banyak sekolah di Indonesia yang tidak dijangkau oleh jaringan, sehingga proses dalam pendidikan juga tidak akan berjalan dengan baik. ini persoalan urgen yang segera diatasi oleh pemerintah.

Kekuatan informasi sangat dibutuh dalam dunia pendidikan terutama peserta didik yang masi proses dalam pendidikan. Informasi sebagai kekuatan untuk melihat bagaimana situasi yang akan terjadi, juga sebagai konektivitas dalam dunia pendidikan ini sangat penting sekali. Thomas Jefferson mengatakan, Information is power, safety and happiness: ignorance is weaknes.Bahwa infoemasi sebuah kekuatan yang harus dimiliki oleh setiap orang sebagi kunci kekuatan yang ada pada setiap diri manusia, jika kita tidak memberikan informasi kepada orang lain, maka orang itu akan kehilangan kekuatan yang ada dalam dirinya. sehingga orang hanya berada dalam pusat pemahamanya sendiri, tanpa ada pengetahuan baru yang masuk dalam imajinasinya, peristiwa ini disebut sebgai pembungkaman informasi.

Dampak dalam dunia pendidikan yang begitu riskan adalah lemahnya manajemen sistem pendidikan, akan berdampak pada rendahnya literasi anak bangsa, sehingga pada akhirnya mengarahkan kepada lemahnya daya kritis. Harapan dalam dunia pendidikan sebagai lembaga untuk memanusiakan manusia yang berkualitas hanya bersifat imajinatif, karena memang semua dituntut untuk belajar dari rumah. dan yang paling sulit juga, semua orang memprioritaskan kehidupan dan kesehatan dibanding pendidikan sehingga SDM ( Sumber Daya Manusia) bukan suatu hal yang diutamakan dalam masa pandemi ini.

Faktor lain juga, banyak anak sekolah yang tamat baru-baru baik dari SMA, maupun SMK, tidak lanjut kedunia pendidikan lebih tinggi,mengapa demikian kerena semua kampus ditutup, apalagi kalua berada dalam kota yang setatusnya zona hitam sehingga regenerasi dalam dunia pendidikan juga tidak akan berjalan dengan efektif. Misalnya, anak NTT yang ingin melanjutkan pendidikanya keluar kota, itu hanya bersifat angan-angan. Ini juga persoalan serius bagi pemerintah, sehingga cita-cita dan harapan dari anak bangsa tidak akan berjalan. perlu kita ketahui,bonus demografi yang terjadi pada 2045, ditentukan oleh pemuda pada masa kini, sehingga pendidikan harus diperhatikan mulai dari sekarang. Pada masa itu nanti kita dituntut untuk menjadi manusia yang berkualitas bisa bersaing dengan tantangan zaman, bisa berinovasi, berkreasi dan dan berkompetisi. Keberhasilan bangsa Indonesia, itu tergantung kualitas dari pemuda masa kini, karena mereka yang berjuang pada masa itu nanti.

Harapanya kepada anak bangsa semoga tidak akan luntur semangat belajar walaupun melaui pemblajaran daring . situasi yang sangat genting ini kita anak bangsa tetap tumbuh rasa semangat untuk menjalankan aktivitas sebagai seorang pelajar, tetap dibawah aturan protokoler covid-19. Cita-cita bangsa itu ada dipundak pemuda masa kini, untuk itu teataplah berkobar api semangat dalam memperjuangkan kemajuan bangsa Indonesia. Anak bangsalah salahsatu agen perubahan, jangan lelah apalagi kalah tetap memperjuangkan cita-cita ditengah gelombang yang sangat deras ini. Inilah salahsatu cara untuk mempertahankan eksistensi bangsa Indonesia.

Wabah ini sangat mengerikan bagi kehidupan manusia, sehingga harapan bagi para pelajar di Indonesia jangan putus asa dalam menjalan aktivitas rutin sebagai pelajar, tetap mempertahankan semangat dan spirit untuk membangun bangsa di masa pandemi ini. Walaupun banyak tantangan yang dihadapi misalnya, kekukarangan akses jaringan, pulsa data, dan fasilitas lainya. Lihatlah persoalan ini sebagai peluang yang baik, kita tetap berusaha untuk belajar yang keras ditengah dipandemi ini.

Persoalan yang dihadapi oleh para pelajar di Indonesia, ini peluru tembakan kepada pemerintah terutama kepada Menteri Pendidikan dan kebudayaan. Segera mengatasi dengan baik, cari langkah yang tepat dan benar dengan berasaskan keadilan dan kebijaksanaan. Perhatikan secara keseluruhan setiap lembaga pendidikan yang ada di Indonesia terutama fasilitas, supaya aktivitas di Lembaga Pendidikan bisa berjalan dengan efektiv.

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud) mengungkapkan data sekolah di Indonesia yang belum mendapatkan listrik dan internet. Kemendikbud menyebut 8.522 sekolah di seluruh Indonesia belum memiliki listrik, dan ada 42.159 sekolah belum mendapatkan akses internet. Dari statistik yang saya sampaikan ini, di Indonesia itu secara rata-rata nasional saja tingkat listrik di sekolah sekolah kita berdasarkan sumber data periodic yang kami kelola per awal juni kemarin, itu baru 96 persen sekolah di Indonesia yang belum memiliki listrik . Artinya ada 8.522 sekolah di seluruh Indonesia yang belum ada listriknya. Data ini menunjukan bahwa aktivitas pendidikan Indonesia tidak bisa berlaku secara merata saja. terutama aktivitas pembelajaran daring karena masi banyak sekolah yang tidak dijangkau oleh jaringan.

Pemerintah juga harus membuat kebijakan yang benar mengenai pembayaran uang sekolah di setiap lembaga pendidikan, mulai dari tingkat SMP sampai sampai pada Perguran Tinggi. Harus ada alternatif dan kebijakan yang damai. Harapanya adalah pemerintah buat pemerataan mengenai pembayaran uang sekolah terutama lembaga pendidikan yang dibawah naungan negara mulai dari SMPN, SMA, dan UNIVERSITAS. Ini harus diperhatikan dengan baik oleh negara, jangan sampai terkesan diskriminasi mengenai pembayaran uang sekolah. Ini persoalan yang delik. Berharap kepada pemerintah jangan tutup mata dengan persolan ini, mengiingat penderitaan yang dialami oleh rakyat pada umumnya.

Sangat penting untuk dibahas oleh pemerintah mengenai persolan yang ada d i Lembaga Pendidikan pada masa pendemi ini terutama manajemen pendidikan, yang harus diperhatikan dengan baik oleh pemerintah. Mengingat pendidikan bagian dari kebutuhan dalam kehidupan manusia, Negara memfasilitas dengan baik supaya kebutuhan ini bisa dipenuhi. Tujuanya manusia Indonesia bisa merdeka dari belenggu buta huruf, dan perlu diketahui bahwa kemajuan suatu bangsa ditentukan oleh Pendidikan, yang mengarahkan kepada SDM. (Sumber Daya Manusia).

Ki Hajar Dewantara menurutnya pendidikan adalah suatu tuntutan di dalam hidup tumbuhnya anak-anak. Maksudnya ialah bahwa pendidikan menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada peserta didik agar sebagai manusia dan anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagian hidup yang setinggi-tingginya. Bahwa pendidikan sangat penting bagi perkembangan hidup manusia, sebagai kekuatan bagi manusia supaya manusia bisa terima dalam kehidupan sosial bermasyarakat. Dengan berpendidikan manusia bisa menghargai antara satu dengan yang lain di komunitas tertentu.

Driyarkara pendidikan diartikan sebagai suatu upaya dalam memanusiakan manusia muda atau pengangkatan manusia muda ke taraf yang insani. Pendidikan sebagai suatu wadah yang bisa membuat manusia bisa mengarahkan kepada hal baik. Membentuk manusia mulai dari nilai, karakter, dan pengetahuan. Sehinggga pendidikan sangatlah penting dan urgen sekali untuk diberdayakan.

Kesimpulan terakhir bahwa pendidikan merupakan suatu hal yang menjadi perioritas dalam hidup manusia. Ada banyak manfaat pendidikan untuk kehidupan manusia termasuk memerdekakan manusia dari belenggu ketidaktahuan akan sesuatu dalam kehidupan. Pendidikan juga membawa terang dalam hidup manusia sehingga pendidikan harus diperjuangkan. Kemajuan suatu negara ditentukan oleh pendidikan, ini salahsatu faktor utama dan paling pertama. Pada masa pandemi ini mengharapkan kepada pemerintah bahwa membutuhkan pendampingan yang secara terus menerus terhadap pendidikan di Indonesia.


Catatan Redaksi: Opini kolom ini adalah tulisan pribadi penulis, isinya tidak mewakili pandangan Redaksi Florespost.co

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here