Beranda Florata News Hanya Terima Bansos Tahap Enam, Puluhan Warga Anam Datangi Kantor Dinas Sosial

Hanya Terima Bansos Tahap Enam, Puluhan Warga Anam Datangi Kantor Dinas Sosial

695
0
Warga Anam,Desa Bulan,Kecamatan Ruteng,Kabupaten Manggarai,NTT,saat mendatangi Dinas Sosial setempat. Foto:Adi Nembok/Florespost.co.

FLORESPOST.CO,Ruteng Puluhan warga Anam, Desa Bulan, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT, beramai-ramai mendatangi Kantor Dinas Sosial, Senin (2/9/2020).

Warga meminta keadilan terkait dana bantuan sosial (Bansos) tunai yang tidak diterima secara utuh. Warga hanya menerima Bansos tahap enam (6), sedangkan tahap 1-5, warga tidak pernah tahu ke mana anggarannya.

Merlin, salah satu warga Anam, dihadapan Kadis Sosial Rafael Ogur mengaku mendapat undangan untuk menerima Bansos tahap enam senilai Rp 300.000. Tetapi ia merasa keberatan, pasalnya Bansos tahap 1-5 tidak pernah diterima.

“Tadi saya terima undangan untuk dapat Bansos tahap 6. Saya tanya ke petugas yang bagi uang, kenapa tiba-tiba saya dapat bantuan tahap 6, tahap 1-5 di mana. Apakah saya hanya pas terima bantuan tahap 6 ini, sementara yang lain dapat bantuan setiap tahapnya,” jelas Merlin.

Senada dengan Merlin, Hendrikus Pantur warga lainnya mengatakan, dirinya hanya menerima Bansos tahap 6, sedangkan tahap1-5 tidak pernah diterima. Sementara ada keluarga lain di Anam, menerima Bansos dari tahap 1 sampai 6.

“Kami dapat undangan sama dengan warga lain yang dapat Bansos dari tahap 1 sampai 6. Kami baru terima pertama dana Bansos ini, kenapa tiba-tiba langsung terima tahap 6,” kata Hendrikus.

Rion, warga warga lainnya mengatakan, Bupati Manggarai baru-baru ini melakukan kunjungan kerja ke Desa Bulan untuk memantau pembagian dana BLT yang bersumber dari Dana Desa.

Di kantor desa setempat tambah Rion, Bupati meminta warga yang tidak menerima bantuan dari dana desa untuk mengecek kembali nama-nama, agar bisa diakomodir melalui bantuan dari dana kabupaten.

“Kami yang hadir saat ini, warga yang tidak menerima bantuan dari dana desa tersebut. Dana bantuan dari kabupaten yang dijanjikan itu, hingga kini juga tidak jelas. Kami sudah ke kantor bupati tanya itu dana, janjinya awal bulan sembilan. Sekarang sudah lewat pertegahan bulan sembilan,dana juga tidak jelas,” kata Rion.

Sementara, Fansianus darung mempertanyakan tentang ketidakejelasan informasi. Sebab dari desa disebutkan, warga yang tercatat namanya akan menerima bantuan baik dari dana kabupaten, propinsi maupun dana pusat.

Menanggapi keluhan warga, Kadis Sosial Rafael P. Ogur menjelaskan bahwa tugas instansinya hanya meneruskan data yang bersumber dari desa ke pemerintah pusat.

“Tugas kami hanya meneruskan data dari desa ke Jakarta. Soal kebijakan yang turun itu kebijakan dari kementerian. Kalau ditanya di mana itu uang, kami tidak tahu itu uang,” kata Rafael.

Begitu juga warga yang tidak terima Bansos setiap tahapan, Dinsos akan berupaya untuk menanyakan hal itu ke Pemerintah Pusat.

“Bagaimana nanti bapak/ibu bisa terima tahap 1 sampai 5, kami akan tanya lagi ke pusat. Jujur saja, setelah kami kirim nama-nama ke Jakarta, uangnya bukan kirim ke kami, tetapi melalui Kantor Pos,” jelas Rafael.

Terkait sumber dana bantuan, Rafael menegaskan ada yang bersumber dari kabupaten, propinsi dana pusat. Juga tidak dibenarkan ada pendobelan terima bantuan dari tiga sumber dana ini.

“Kalau sudah terima dari kabupaten, propinsi tidak boleh lagi. Kalau terima dari priopinsi, tidak boleh terima lagi dari pusat. Supaya tidak terjadi pendobelan. Ini uang negara semua. Apa yang saya jelaskan ini, itu yang saya tahu,” ujar Rafael.

Kepada media ini usai menemui Kadis Sosial, warga Anam mengaku kecewa sebab tidak menemukan solusi atas persoalan yang mereka hadapi.

“Kami tidak dapat solusi di sini (Dinas Sosial),kami mau ketemu bupati lagi tanya masalah ini,”kata sejumlah warga dengan nada kecewa.

Penulis: Adi Nembok
Editor: Tarwan Stanis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here