Beranda Florata News Rumah Kreasi Gendang Waso Galang Dana Untuk Putri dan Neira

Rumah Kreasi Gendang Waso Galang Dana Untuk Putri dan Neira

573
0
Pentas Seni Rangkuk Alu dari Rumah Kreasi Gendang Waso. Foto:Adi Nembok.

FLORESPOST.CO,Ruteng Sekelompok orang muda yang bernaung dibawah, Rumah Kreasi Gendang Waso, Kecamatan Langke Rembong, Manggarai,NTT, menggalang dana untuk membantu biaya pengobatan Putri (4) dan Neira (2), pasien luka bakar asal Desa Kakor, Kabupaten Manggarai Barat, yang kini sedang dirawat di RSUD Ben Mboi Ruteng.

Penggalangan dana ini dikemas dalam berbagai pentas seni, mulai dari live music, tarian manggarai, permainan rangkuk alu dan teater.

Ada jajanan yang dijual yang bahan bakunya dari pangan lokal. Sejumlah hasil karya seni juga dilelang dalam acara yang berlangsung, Sabtu malam (3/10/2020) di halaman Rumah Gendang Waso tersebut.

Pembina Rumah Kreasi Gendang Waso, Karolus Rudianto kepada media ini menjelaskan, penggalangan dana ini merupakan wujud kepedulian anak-anak muda Waso untuk membantu biaya pengobatan Putri dan Neira.

“Setelah membaca pemberitan diberbagai media tentang Putri dan Neira, mereka tergerak hatinya untuk membantu biaya pengobatan kedua bocah tersebuti,” kata pria yang biasa disapa Rudi ini.

Semua dana yang terkumpul dari acara ini, kata Rudi, akan didonasikan untuk membantu pengobatan Putri dan Neira.

“Rencananya besok akan kami serahkan danaya ke keluarga korban,” kata Rudi.

Rudi juga mengatakan,selain untuk penggalangan dana, pentas seni ini juga bertujuan untuk menghidupkan kembali budaya manggarai yang mulai dilupakan oleh generasi muda.

“Hampir tiga dekade,rangkuk alu tidak nampak di Waso. Malam ini digiatkan kembali, sehingga pemahaman budaya ini bisa diwariskan pada generasi muda,” tambah Rudi.

Sebagaimana diberitakan,dua balita asal Desa Kakor, Kecamatan Ndoso, Kabupaten Manggarai Bara yakni Putri (4) dan Neira (2), mengalami luka bakar disekujur tubuh akibat ledakan lampu pelita.

Kedua balita ini sempat dirawat selama seminggu di RSUD Ben Mboi. Namun karena kekurangan biaya rumah sakit, kedua orang tua korban memutuskan untuk menggeluarkan mereka dari rumah sakit dan memilih merawat di Biara Susteran Hamba-Hamba Ekaristi di Nekang, Kelurahan Watu.

Selama perawatan di luar, kondisi dua balita ini tidak ada perubahan. Ingin kembali ke rumah sakit, tetapi terkendala biaya. Saat ini, orang tua Putri dan Neira sangat membutuhkan uluran tangan untuk membantu pengobatan dua anak mereka.

Laporan: Adi Nembok
Editor: Tarwan Stanis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here