Beranda Pilkada KPU Manggarai Janji Bersihkan DPS Bermasalah

KPU Manggarai Janji Bersihkan DPS Bermasalah

47
0
Komisioner KPU Manggarai,Divisi Program Perencanaan dan Data,Albert Effendi. Foto:Adi Nembok/Florespost.co.

FLORESPOST.CO,Ruteng Komisi Pemilihan Umum (KPU), Kabupaten Manggarai, NTT, berjanji untuk membersihkan data-data bermasalah dalam Daftar Pemilih Sementara (DPS) pada Pilkada Manggarai tahun 2020 ini.

“Prinsipnya, kalau ada masukan dari Bawaslu dan disertai dokumen otentik, jajaran kami akan bersihkan data-data bermasalah tersebut sambil melakukan pencermatan mandiri oleh PPS dan PPK,” jelas Komisoner KPU Manggarai, Divisi Program Perencanaan dan Data, Albert Effendi, Rabu (7/10/2020) di ruang kerjanya.

Albert mengatakan, KPU punya kepentingan yang sama, yaitu menyajikan data yang benar-benar bersih dari soal. Jika sampai saat ini, kata Albert, masih bermasalah, KPU tetap berusaha menyelesaikan masalah-masalah tersebut.

KPU juga meminta masyarakat memberi masukan kalau ada kesalahan data seperti itu dengan membawa dokumen otentik seperti KTP, Suket atau KK.

Selain itu,segala masukan saat pleno Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP), di tingkat desa, kecamatan hingga Kabupaten, KPU tindaklanjuti dengan basis dokumen kependudukan yang ada. Begitu juga jika ada kurangcermatnya PPDP saat mencoklit atau kurang cermat dalam menginput data, KPU berusaha memperbaiki di tiap tingkat jajaran.

“Kami tetap melakukan perbaikan sampai data-datanya itu benar-benar bersih,” ujar Albert.

Alber mengatakan, untuk pemilih yang terdata tanpa NKK atau NIK atau apa yang disebut KPU data invalid, sudah diinventarisir dan telah diserahkan ke Disdukcapil Manggarai.

“Mereka (Dukcapil) ebagai instiitusi yang memiliki mekanisme dan perangkat kerja yang lengkap untuk melengkapi elemen-elemen data dimaksud,” katanya.

“Pencermatan ini kami serahkan ke Disdukcapil karena PPDP kami sudah tidak aktif lagi. Masalah ini sebagian besar karena saat pencoklitan, pemilih hanya menunjukkan KTP saja tidak disertai KK,” tambah Albert.

Sedangkan untuk pemilih yang tidak punya NIK (dipastikan tidak punya dokumen kependudukan), tetapi riil penduduk setempat setelah diafirmasi oleh pemerintah desa setempat atau ketua RT/ RW, KPU telah membawa data-data tersebut ke Disdukcapil sebagai bahan informasi sekaligus meminta Disdukcapil melakuksn perekaman KTP untuk mereka.

“Tujuan utamanya adalah agar hak pilih mereka bisa terselamatkan,” tandas Albert.

Diberitakan media ini sebelumnya,Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu),Kabupaten Manggarai, menemukan 11.733 data bermasalah dalam daftar pemilih sementara (DPS), pada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Manggarai tahun 2020.

Koordinator Divisi Pengawasan Humas dan Hubungan Lembaga,Bawaslu Manggarai, Heribertus Harun kepada media ini, Selasa (6/10/2020) mengatakan, dari jumlah tersebut, sebanyak 198 pemilih yang tidak memenuhi syarat yakni pemilih dibawah umur dan meninggal dunia masih terdapat dalam DPS KPU Kabupaten Manggarai.

Temuan tersebut, kata Heri, merupakan hasil pencermatan berbasis aplikasi dan pengawasan langsung Bawaslu Kabupaten Manggarai bersama seluruh jajaran Pengawas Kecamatan, Desa dan Kelurahan.

“Ditemukan belasan ribu data pemilih sementara (DPS) yang diumumkan KPU Manggarai bermasalah dengan varian masalah yang berbeda-beda,” katanya.

Menurut Heri,dari total 220.594 DPS yang tersebar di 696 TPS di seluruh Kabupaten Manggarai,berdasarkan hasil pencermatan dan penelitian terdapat 11.733 yang bermasalah.

Permasalahan yang ditemukan seperti, pemilih tidak memenuhi syarat (TMS) meninggal dunia sebanyak 143 orang, pemilih dibawah umur 55 orang,tidak memiliki nomor kartu keluarga (NKK) 3795 orang,tidak ada NIK 20 orang, tidak ada NIK dan NKK 19 orang.

Laporan: Adi Nembok
Editor: Tarwan Stanis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here