Beranda Florata News Jembatan Wae Musur 3 Tahun Mubazir, Ketua DPRD Matim Desak Pemerintah Dekati...

Jembatan Wae Musur 3 Tahun Mubazir, Ketua DPRD Matim Desak Pemerintah Dekati Pemilik Lahan

547
0
Foto : Ketua DPRD Matim, Heremias Dupa, Kadis PU, Yos Marto, dan Camat Rana Mese, Maria Anjelina Teme saat memantau jembatan Wae Musur yang terletak di Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur, NTT, Selasa (20/10/2020). 

FLORESPOST.CO,Borong Ketua DPRD Kabupaten Manggarai Timur, Heremias Dupa mendesak pemerintah Kabupaten Manggarai Timur untuk mendekati pemilik lahan agar jembatan di kali Wae Musur, tepatnya di Liang Niki, Kecamatan Rana Mese, yang dikerjakan pada 2017 silam segera difungsikan.

Dikatakan Heremias, pembangunan jembatan oleh pemerintah tersebut untuk memudahkan akses warga sebelah Wae Musur menuju Borong, ibukota Kabupaten Manggarai Timur.

Tetapi kata Dia, sejak tahun 2017 hingga saat ini, jembatan Wae Musur belum bisa dimanfaatkan, karena terkendala pada pembebasan lahan untuk membuka jalan dari desa Watu Mori menuju tepi jembatan.

Karena itu, Politisi PAN itu juga meminta para kepala desa di sebelah Wae Musur untuk segera duduk bersama mencari solusi terbaik agar jembatan yang sudah dibangun itu bisa difungsikan.

“Agar jembatan itu tidak mubasir, DPRD mendesak Camat Rana Mese dan para kepala desa agar melakukan pendekatan dengan pemilik lahan melalui tokoh- tokoh adat dan orang yang berpengaruh di wilayah itu. Duduk bersama agar pemilik lahan bisa memberi tanahnya untuk buka jalan. Sehingga, secepatnya jembatan ini bisa dimanfaatkan,” kata Heremias di jembatan Wae Musur, Selasa (20/10/2020) siang.

Dibangun dengan Dana 7 Miliar Lebih

Kepala Dinas PU Kabupaten Manggarai Timur, Yos Marto mengungkapkan, jembatan kali Wae Musur dibangun pada tahun 2017 dengan dana Rp.7 miliar lebih.

Pemerintah membangun jalan itu kata Yos, untuk membuka keterisolasian warga sebelah Wae Musur yang kala itu selalu didengungkan.

Yos mengaku, jembatan itu belum difungsikan karena kendala di ganti rugi lahan dari lima (5) pemilik tanah.

“Lima (5) pemilik tanah meminta ganti rugi, padahal proyek dari dana alokasi umum (DAU) tidak ada biaya ganti rugi lahan,” kata Yos.

Diakui Yos, pemerintah sebelumnya juga sudah melakukan pendekatan dengan pemilik lahan membahas persoalan tersebut.

“Terakhir tahun 2019, kita bersama Camat Rana Mese melakukan pendekatan dengan pemilik tanah, tetapi belum ada hasil. Pekan lalu, saya kembali menyampaikan persoalan ini kepada Ketua DPRD. Makanya hari ini bisa datang cek langsung kondisi jembatan itu,” ungkapnya.

Ditambahkannya, banyak hal yang didiskusikan terkait persoalan tersebut diantaranya, kata Yos soal penyelesaian lahan secara kearifan lokal sesuai dengan dengan adat dan budaya Manggarai.

“Sehingga, investasi uang daerah yang begitu besar membangun jembatan itu bisa bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Yos di lokasi.

Yos mengatakan, pemerintah tidak akan pernah putus asa untuk mencari solusi dari persoalan pembangunan jalan menuju jembatan Wae Musur tersebut. Pemerintah kaya Dia berkomitmen membahas dan menyelesaikan persoalan itu dengan melibatkan semua stakeholders yang ada.

“Harapannya, tahun ini bisa selesai agar jembatan ini bisa segera dimanfaatkan masyarakat,” kata Yos.

Semantara itu, Camat Rana Mese, Maria Anjelina Teme, mengatakan, dalam setiap pertemuan, pemerintah kecamatan selalu memberikan pemahaman kepada pemilik lahan tentang akses jalan menuju jembatan wae musur yang sudah dibangun tersebut.

“Fasilitas umum tersebut dibangun untuk kesejahteraan masyarakat. Kami sudah beberapa kali melakukan pendekatan-pendekatan dengan warga pemilik lahan. Memang mereka masih terpola dengan pemahaman, memberi lahan berarti harus minta ganti rugi. Padahal dalam aturannya tidak ada ganti ruginya,” kata Camat Ranamese.

Diakui Maria, pemerintah tidak menyiapkan untuk ganti rugi lahan. Ke depan harap dia, pihaknya akan tetap melaukan pendekatan kepada pemilik lahan agar bisa memberi lahan untuk memuka jalan ke jembatan tersebut.

Penulis: Acong Harson
Editor: Tarwan Stanis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here