Beranda Florata News Direktorat Jenderal PSLB3 Resmikan Pusat Daur Ulang Sampah di Flores Timur

Direktorat Jenderal PSLB3 Resmikan Pusat Daur Ulang Sampah di Flores Timur

74
0
Bupati Flores Timur, Antonius Hubertus Gege Hadjon saat meninjau langsung PDU di Desa Lamawalang. (Foto/ist)

FLORESPOST.CO, Larantuka Pusat Daur Ulang (PDU) sampah yang berada di Desa Lamawalang, Kecamatan Larantuka, Kabupaten Flores Timur (Flotim) akhirnya diresmikan. Peresmian ini dilakukan oleh Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (PSLB3 –KLHK) Rosa Vivien Ratnawati melalui video conference, Kamis (22/10/2020).

Peresmian dilakukan dengan penandatangan prasasti fasilitas pengelolaan sampah dan berita acara serah terima operasional oleh Dirjen PSLB3 –KLHK dan bupati Flores Timur, Antonius Hubertus Gege Hadjon.

Turut hadir dalam peresmian ini Kepala Subdit Barang dan kemasan, Direktorat Pengelolaan Sampah, Ujang Solihin Sidik, sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Flores Timur, camat Larantuka dan para Lurah sekecamatan Larantuka.

Dalam sambutannya melalui video conference Dirjen PSLB3, Rosa Vivien Ratnawati berharap, melalui dukungan sarana pengelolaan sampah tersebut, dapat memberikan manfaat bagi Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Flores Timur, maupun kepada masyarakat yang berada disekitar Pusat Daur Ulang (PDU).

Rosa melanjutkan, dengan kapasitas pengolahan sampah maksimal sebesar 10 ton perhari maka diharapkan sekitar 70% (dari 16 ton) sampah di kota Larantuka dapat diolah.

Sementara itu, Buapti Flores Timur Antonius Hubertus Gege Hadjon menyampaikan ucapan terimaksihnya kepada pemerintah pusat atas bantuan PDU kepada kabupaten Flores Timur.

Pemerintah kabupaten Flores Timur kata bupati Anton, punya semangat dan komitmen untuk menjadikan kabupaten Flotim bersih dari sampah.

Bupati Anton juga mendorong Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Flores Timur untuk bergerak cepat, guna tercapainya Larantuka menjadi kota yang bersih.

“Dengan bertahap, menjadikan beberapa kelurahan sebagai model dalam penanganan maksimal sampah mulai di tahun 2021. Kemudian pola penanganan sampah tersebut dapat dijadikan sebagai model untuk desa/ kelurahan lainnya dan lakukan ditahun-tahun berikutnya” kata Bupati Anton.

Ditambahkannya, model penanganan sampah yang maksimal tersebut tentunya membutuhkan sumber daya manusia terlatih, peralatan dan anggaran sehingga pemerintah kabupaten siap mendukungnya secara maksimal.

Diakhir sambutannya, Anton Hadjon berharap tahun depan petani Flores Timur sudah bisa memanfaatkan hasil dari pusat daur ulang sampah Flores Timur.

Penulis: Tarwan Stanis
Editor: Frans Ramli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here