Beranda Opini Opini| Belajar dari Ferdian

Opini| Belajar dari Ferdian

36
0

Oleh: Sumardan Manan Orowala


Manusia kadang melakukan berbagai cara untuk menunjukkan eksistensi dirinya di tengah masyarakat. Sadar atau tidak, hampir setiap saat bahkan setiap orang punya cara untuk menunjukkan hal demikian. Sederhana saja hampir setiap orang memiliki akun media sosial. Setiap akun media sosial kadang memposting status. Status tersebut menjadi salah satu bagian dari menunjukkan eksistensi diri. Dia ingin supaya orang lain tahu tentang dirinya hingga kemudian viral dimana-mana. Namun akan bermasalah jika yang dilakukan tersebut berbeda atau melenceng dari aturan dan etika yang diharapkan.

Beberapa waktu lalu heboh di media sosial Ferdian Paleka ditangkap pihak kemanan karena melakukan prank sembako isi sampah yang kemudian dijerat dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Banyak orang yang dibuat geram dan marah terkait dengan perbuatan tersebut dengan berbagai komentar.

Menjaga Etika

Dari kejadian tersebut sebenarnya memberikan satu pelajaran penting bahwa menjaga etika itu sangat penting. Kejadiannya sederhana bahkan tidak membunuh tetapi perbuatan tersebut lebih dari membunuh. Bagaimana tidak? Karena konten tersebut secara tidak langsung sudah membunuh karakter generasi penerus. Semua akan berpikir bahwa ternyata mencari popularitas sangat mudah yakni dengan melakukan hal yang tidak biasa. Padahal hal yang tidak biasa tersebut bukan sebuah penemuan besar atau prestasi tetapi merugikan dan menyakiti orang. Bagaimana orang tidak sakit hati, di tengah wabah covid-19 yang merajalela hingga membuat ekonomi keluarga menjadi mandek lalu muncul dengan prank pemberian sembako. Coba kalau misalnya hal tersebut terjadi pada diri kita sendiri dalam kondisi ekonomi lemah. Apa yang kita rasakan? Cobalah merasakan apa yang dirasakan orang lain sehingga dalam melakukan sesuatu harus berpikir terlebih dahulu. Jangan berbuat dulu baru berpikir kemudian.

Nilai Edukasi

Sekedar mengingatkan untuk para youtuber juga para pengguna media sosial bahwa ketika ingin memposting atau melakukan sesuatu agar menjadi terkenal tolong berikan dengan nilai edukasi sehingga yang melihat, membaca dan menyimak bisa mengambil ibrah dari yang dipublikasikan. Karena pada dasarnya yang memiliki akun media sosial bukan hanya orang dewasa tetapi semua kalangan. Apalagi sekarang belajar di rumah dimana anak-anak lebih mengutamakan belajar online. Hal tersebut sangat rentan dan sangat berpengaruh besar bagi masa depan generasi.
Di tengah wabah Covid-19 seperti ini sebaiknya berikan konten-konten yang bisa memotivasi atau membuat orang tenang dan merasa terhibur sehingga tidak stres. Apalagi aktivitas setiap hari hanya dilakukan di rumah yang sebelumnya tidak terbiasa. Maka akan memberikan nilai edukasi yang luar biasa. Semua orang akan merasa nyaman walaupun berada di rumah karena pada dasarnya setiap hari semua mata pasti akan tertuju pada akun-akun media sosial. Dengan demikian maka semua orang akan merasa nyaman dan tanpa disuruhpun semua orang akan ”like” dan “subscribe” konten yang dibuat.

Semoga kejadian ini menjadi satu pelajaran penting bagi kita semua dalam menggunakan media sosial dan membuat konten-konten.

Penulis adalah Alumnus USD Yogyakarta, Guru di MIN TTU, Nusa Tenggara Timur

Catatan Redaksi: Opini kolom ini adalah tulisan pribadi penulis, isinya tidak mewakili pandangan Redaksi Florespost.co

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here