Beranda Kesehatan Antisipasi Malaria, Puskesmas Maurole Buat Gerakan My Darling

Antisipasi Malaria, Puskesmas Maurole Buat Gerakan My Darling

80
0
Saat launching program MY Darling di puskesmas Maurole (Andre FloresPost.co)

FLORESPOST.CO, Ende Untuk mengantisipasi penyakit malaria, salah satu puskesmas di Desa Watukamba, Kecamatan Maurole, Kabupaten Ende, menciptakan sebuah gerakan inovasi yang diberi nama My Darling (Masyarakat Sadar Lingkungan).

Koordinator Program P2P, Christin Kasih Ladja, saat diwawancari Florespost.co di kediamannya, Senin (21/12) Pagi, mengungkapkan, gerakan tersebut bertujuan untuk mengoptimalkan kesehatan masyarakat, menuju masyarakat dan ligkungan yang sehat, bersih, indah, rapih dan bebas dari jentik menyenangkan aman nyaman dengan 5 pilar STBM, serta terwujudnya eliminasi Malaria di Tahun 2023.

“Gerakan inovasi tersebut dijalankan di tahun 2017. Awal-awal kami hanya melakukan sosialisasi, penyuluhan dan konseling ke desa-desa di Kecamatan Maurole. Hasil dari sosialisasi tersebut, bahwa masyarakat mulai membuat saluran pembuangan air limbah dan membuat Jamban,” ungkapnya.

Dirinya menambahkan, pada bulan Agustus tahun 2018, ada sepuluh (10) inovasi yang diresmikan oleh camat Maurole Salah satunya adalah Gerakan My Darling.

Terbukti kata Christin, dengan adanya Gerakan My Darling ini, pada tahun 2017 lalu penyakit malaria hanya meninggalkan 2 kasus, 2018 1 kasus, 2019 nol (0) kasus sampai dengan saat ini.

Puskesmas Maurole tidak sendiri dalam menjalankan program My Darling tersebut mereka bekerja sama dengan lintas-lintas sektor.

Peran Lintas Program Dan Lintas Sektor sebagai berikut:

1. Peran Lintas Program
Semua UKM Esensial dan Pengembangan berperan aktif dalam kegiatan Inovasi, terutama Pengelola Kesling, Pengelola Promkes, Pengelola PTM dan Pengelola P2P.

2. Peran Lintas Sektor

a. Camat, Ketua BKP, Kepala Desa, Kepala Dusun, RT dan RW. Berkoordinasi dengan Puskesmas dalam melakukan kegiatan-kegiatan my darling Seperti pembangunan 5 Pilar STBM, PSN dan menggerakkan masyarakat untuk melakukan kegiatan-kegiatan inovasi.

b. Tim PKK Kecamatan dan kader posyandu ikut berperan aktif melaksanakan kegiatan- kegiatan inovasi yang di selenggarakan oleh Puskesmas.

c. Tokoh agama dan tokoh masyarakat
ikut terlibat dalam kegiatan penyampaian pesan-pesan kesehatan di mimbar.

d. Guru-guru dan pegawai di instansi pendidik ikut terlibat dalam kegiatan penyampaian pesan-pesan kesehatan di sekolah dan instansi.

“Agar gerakan My Darling tak terasa asin, kami butuh MASAKO (Masyarakat sangat kooperatif), masyarakat yang mau bekerjasama dan sama-sama bekerja dan berkesinambungan dengan berbagai pihak dalam memerangi penyakit malaria,” pungkasnya.

Laporan: Andre
Editor: Tarwan Stanis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here