Beranda Florata News Kadis Pertanian Matim: Pola Tanam Padi Jajar Legowo Tingkatkan Produktivitas Petani

Kadis Pertanian Matim: Pola Tanam Padi Jajar Legowo Tingkatkan Produktivitas Petani

172
0

FLORESPOST.CO, Borong– Sistem penanaman padi Jajar Legowo (Jarwo) membuka cakrawala petani di Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Inovasi teknologi budidaya padi jajar legowo, diyakini mampu meningkatkan produktivitas, selain memiliki banyak manfaat diantaranya, menambah jumlah tanaman padi, meningkatkan produksi tanaman padi, memperbaiki kualitas gabah dengan semakin banyaknya tanaman pinggir.

“Pola jajar legowo ditambah dengan pupuk yang di pakai yaitu NPK tambah ZA hasilnya selisi jauh dengan sebelumnya tanam konfensional,” kata Yohanes Sentis kepala dinas Pertanian Kabupaten Manggarai Timur, saat dihubungi Florespost.co, via handphone, Senin (11/01/2021).

Ditambahkan Yohanes Sentis, teknolgi ini juga ternyata sudah lama dipakai untuk edukasi ke masyarakat, namun menurut dia butuh waktu untuk diterapkan.

“Untuk di edukasi oleh masyarakat memang butuh waktu, kalau teknologi di gunakan dengan baik ada perbedaan hasilnya nanti, kita akan rasakan sendiri pasti sangat luar biasa,” ungkapnya.

Untuk itu, Ia berharap petani harus dapat mengadopsi teknologi ini, juga mengajak petani terus belajar.

“Apalagi kita sudah tempatkan setiap kecamatan, coba belajar bersama-sama untuk kita bisa terapkan teknologi ini. Pola Jajar Legowo ditambah dengan pupuk yang di pakai yaitu NPK+ sama ZA hasilnya selisi jauh dengan sebelumnya tanam konfensional,” katanya.

Panen Simbolis sistem Jajar Legowo

Para petani yang tergabung dalam kelompok tani Sumber Tani di Cambir, kelurahan Ranaloba, kecamatan Borong, kabupaten Manggarai Timur, melakukan panen secara simbolis pada sawah contoh penanaman padi dengan sistem jajar legowo.

Dalam acara panen ini juga turut dihadiri oleh PPL Maria Margareta Bahong, kepala seksi bagian pupuk dan pestisida dinas Pertanian Manggarai Timur Fabianus Waur, Kordinator Balai Penyuluhan pertanian kecamatan borong Rufus Lalu, utusan dari Distributor Pupuk untuk Manggarai Timur PT Harum Jaya.

Salah seorang anggota kelompok Sinar Tani Antonius Dergong mengungkapkan, menanam padi dengan mengunakan pola jajar legowo sangat luar biasa.

“Pupuk dasar sehari sebelum tanam menggunakan pupuk organik, 7 hari setelah tanam pupuk NPK+sama ZA, susulan 21 hari setelah tanam(HST) dan umur 40 HST,” kata dia.

Ia juga mengungkapkan terima kasihnya kepada pemerintah Manggarai Timur khususnya dinas Pertanian, PPL yang selalu memantau perkembangan selama ini.

“Karena ini berhasil, kedepannya saya akan gunakan pola ini,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala seksi bagia pupuk dan pestisida, Fabianus Waur memberikan penjelasan teknis terkait pola Jajar Legowo 41.

“Caranya posisi air harus dibatasi setelah pemupukan tidak boleh kasih masuk air dan di batasi jangan terlalu banyak,” jelas dia.

Sistem jajar legowo 4 baris selang 40 cm baru jajar lagi dalam baris 20 cm di pinggir 10 cm

Tujuan jajar legowo: pertumbuannya teratur, sirkulasi cahaya masuk, mempermuda proses pemupukan dan pengendalian hama yang masuk.

Keuntungannya menambah jumlah populasi anakan, sehingga bisa menambah jumlah anakan dari tanam konfensional, meningkatkan produksi 20 sampai 30%”

Hasil ubinan hari ini konfensional biasa 4,8 ton/ produktifitas sedangkan menggunakan Jajar Legowo, 8,32 ton/per hektar selisi jauh yaitu 4,52 hari ini hasilnya luar biasa jauh dari yang konfensional.

Penulis: Acong Harson
Editor: Adi Nembok

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here