Beranda Florata News Bupati Hery Nabit: Kami Tidak Janjikan Jabatan untuk Birokrasi

Bupati Hery Nabit: Kami Tidak Janjikan Jabatan untuk Birokrasi

461
0
Penjemputan Bupati dan Wabup Mangarai di Kantor Bupati. Foto:Adi Nembok.

FLORESPOST.CO,Ruteng– Bupati Manggarai,NTT Herybertus G.L. Nabit menegaskan bahwa dirinya dan Wakil Bupati tidak akan menjanjikan jabatan apapun untuk birokrasi.

“Kita akan jalan bersama. Dalam perjalanan itu mungkin kami akan jatuh dan ada bapa/ibu untuk bangunkan kami. Jika bapa/ibu jatuh,kami akan bangunkan bapa/ibu. Itu janji kami kepada teman-teman birokrasi. Kami tidak bisa menjanjikan jabatan. Mohon maaf yang sebesar-besarnya,” kata Hery Nabit saat menyampaikan sambutan perdanannya sebagai Bupati Manggarai, Minggu (28/2/21) sore di Aula Nuca Lale Kantor Bupati Manggarai.

Untuk diketahui, Jumat (26/2/21) lalu di Kupang,Hery Nabit-Heri Ngabut dilantik dan diambil sumpahnya sebagai Bupati dan Wakil Bupati Manggarai oleh Gubernur NTT Viktor Laiskodat. Usai dilantik, Minggu (28/2/21) Bupati/Wabup dan rombongan kembali ke Ruteng, Ibu Kota Kabupaten Manggarai.

Meski tidak menjanjikan jabatan untuk birokrasi, tetapi sebagai Bupati dirinya berjanji akan membuka ruang diskusi seluas-seluasnya bagi seluruh ASN di Manggarai.

Menurut Bupati, di tengah pandemi covid-19, situasi berjalan dalam kondisi yang tidak normal.Dalam situasi ini segala hal tidak akan mudah dilakukan. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Manggarai akan mencarikan formulasi yang tepat menghadapi kondisi seperti sekarang ini. Dan formulasi itu butuh masukan dari semua pihak, termasuk ASN.

“Dalam kerangka itulah, seluruh ASN di mana saja berada, janji kami kedua kepada saudara/i, kami akan buka ruang diskusi yang begitu luas kepada saudara-saudara. Top dawn hanya ada 2,3 tahun lalu. Tahun-tahun mendatang adalah tahun diskusi,” kata Bupati.

Bupati juga percaya bahwa ASN di Manggarai memiliki kemampuan dari aspek sumber daya manusia (SDM). Hanya saja, selama ini tidak diberi ruang yang cukup untuk menunjukkan kemampuannya itu.

“Buka ruang diskusi yang luas itu tidak berarti Bupati/Wabup, Sekda dan Pimpinan OPD kehilangan otoritas. Keputusan tetap menjadi tanggung jawab pimpinan, tetapi proses pengambilan keputusan adalah proses partisipatif di dalam OPD masing-masing,” kata Bupati.

Hery Nabit juga mengatakan, Bupati dan Wabup bukan orang yang paling hebat dan paling pintar. Masih banyak orang yang hebat dan pintar di luar sana. Yang mengaku hebat dan pintar juga banyak.

‘Kami beruntung Tuhan kasih jalan untuk dapat suara lebih banyak di tahun 2020. Karena itu tugas kami kemudian adalah menemukan orang-orang yang hebat untuk bekerja bersama kami. Dan saya percaya, orang-orang hebat itu ada, baik dalam birokrasi maupun di luar birokrasi. Oleh sebab itu, kami tidak bisa menjanjikan jabatan apapun dari sisi struktur maupun jabatan kepada siapapun,” tegas Bupati.

Hery juga meminta semua pihak untuk melupakan semua perbedaan politik,dan sudah saatnya untuk bekerja bersama membangun manggarai.

“Bukan target kebesaran nama.Bukan target-target untuk politik apapun,tetapi untuk membalas dan mempertanggungjawabkan suara rakyat manggarai yang diberikan kepada kami berdua.Ini juga bukan perayaan kemenangan, tetapi kita semua sedang merayakan tanggung jawab besar,” tegas Bupati.

Laporan:Adi Nembok
Editor: Tarwan Stanis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here