Beranda Florata News Bupati Hery Nabit Menyebut Ada Dua Hal Penting yang Menjadi Tantangan ke...

Bupati Hery Nabit Menyebut Ada Dua Hal Penting yang Menjadi Tantangan ke Depan

267
0
Serah Terima Jabatan Bupati dari Plh Bupati ke Bupati Manggarai. Foto:Adi Nembok/Florespost.co.

FLORESPOST.CO,Ruteng– Bupati Manggarai, NTT, Herybertus Nabit menyebut ada dual penting yang menjadi tantangan ke depan, yakni masalah penanganan covid-19 dan ketahanan ekonomi.

Bupati mengatakan itu, saat menyampaikan sambutan dalam acara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Bupati dari Pelaksana Harian (Plh) Bupati Manggarai Fansi Jahang kepada Bupati, Senin (1/3/21) di Aula Ranaka, Kantor Bupati Manggarai.

Turut hadir dalam acara tersebut, Wakil Bupati Manggarai Heribertus Ngabut, Ketua DPRD Manggarai Matias Masir, Unsur Forkompimda, Staf Ahli Bupati, Para Asisten dan Pimpinan OPD lingkup Pemerintah Kabupaten Manggarai.

Untuk diketahui, sebelum Hery Nabit-Heri Ngabut dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Manggarai 26 Pebruari 2021 lalu, Sekda Manggarai Fansi Jahang ditunjuk Gubernur NTT untuk menjalankan tugas sebagai Pelaksana Harian (Plh) Bupati Manggarai, sampai dilantiknya bupati dan wakil bupati terpilih.

Lebih lanjut Bupati Hery Nabit mengatakan, untuk tantangan penangan covid-19, tidak hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi perlu kerjasama semua pihak termasuk masyarakat. Bupati dan Wabup juga akan berdikusi dengan Satgas Penanganan Covid Kabupaten Manggarai, untuk mendapat masukan terkait kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan dalam penangan covid-19 di Kabupaten Manggarai.

“Kita akan menggelar pertemuan dengan Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Manggarai. Saya dan Pa Wakil Bupati ingin mengetahui kebutuhan-kebutuhan kita. Kemudian kita akan sepakati, kebijakan-kebijakan yang akan kita lakukan ke depan, baik masalah vaksinasi, penanganan karantina terpusat maupun karantina mandiri,” jelas Bupati.

Untuk karantina mandiri, Bupati pastikan akan ada perhatian khusus berupa kunjungan dokter secara periodik,bantuan obat-obatan dan makanan.

“Arahan dari pusat memang 8 persen dari DAU.Tetapi kalau kebutuhan mengharuskan kita merasionalisasi lebih dari 8 persen, kenapa tidak. Ini untuk kebaikan bersama. Ini untuk menyelematkan hidup orang banyak. Kita jangan terpaku pada 8 persen itu,tetapi tergantung pada penanganan covid,” jelas Bupati.

Sementara untuk masalah ketahanan ekonomi, menurut Bupati, saat ini negara sedang masuk dalam periode krisis ekonomi yang ditandai dengan menurunnya daya beli masyarakat.

Walau diterpa krisis, sektor pertanian menjadi salah satu sektor yang tahan dengan hantam krisis tersebut. Karena itu, pemerintah memiliki dua strategi pembanguan yakni pertanian dan pariwisata. Dua sektor ini akan saling mendukung.

“Pertanian bukan semata-mata untuk mendukung pariwisata, tetapi pertanian yang bisa memenuhi kebutuhan masyarakat dan berorientasi ekspor,” jelas Bupati.

Ia juga meminta Dinas Pertanian untuk menangkap peluang terkait status Bandara Komodo Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat,yang tahun 2022 nanti akan menjadi bandara internasional.

“Kalau sudah menjadi bandara internasioanal, maka bukan hanya ada lalu lalang orang, tetapi juga barang. Nanti manfaatkan itu,” katanya.

Untuk ketahanan ekonomi ini, Bupati juga menyentil masalah Bantuan Sosial (Bansos) yang kerap tidak tepat sasaran. Dan hal ini terjadi karena minimnya sosialisasi dan tidak akuratnya pendataan penerima bantuan.

“Kita akan bereskan masalah pendataan penerima bantuan pada tahun 2021 ini,” tegas Bupati

Laporan: Adi Nembok

Editor: Tarwan Stanislaus

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here