Beranda Florata News Mantan Kades Bangka Lao Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Dana Desa

Mantan Kades Bangka Lao Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Dana Desa

156
0
Konferensi pers terkait dugaan korupsi mantan Kades Bangka Lao.

FLORESPOST.CO, Ruteng -Mantan Kepala Desa (Kades) Bangka Lao, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT, GSK ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana desa. Indikasi kerugian negara mencapai ratusan juta karena perbuatan tersangka.

GSK ditetapkan sebagai tersangka terkait pelaksanaan pembangunan fisik, penyelewengan dana Bumdes, pajak, dan pengeluaran fiktif.

Kapolres Manggarai AKBP Mas Anton Widyodigdo S. H, S. I. K melalui KBO Satreskrim Ipda I Wayan Gustama didampingi Kanit Tipidkor Aiptu Joko Sugiarto dan Kasubag Humas Ipda I Made Budiarsa, dalam keterangan pers Rabu ( 31/03) di Mapolres Manggarai mengatakan, sejumlah saksi telah diperiksa. Polisi juga telah bersurat ke Inspektorat untuk menghitung kerugian negara.

Dari hasil penghitungan ditemukan beberapa hal seperti, kekurangan volume pekerjaan fisik atas realisasi pelaksanaan pekerjaan konstruksi bidang pembangunan Desa Bangka Lao, tahun anggaran 2017,2018 dan 2019, yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 257.452.043.

Selain itu,GSK tidak menyetor kembali Silpa tahun 2017 ke rekening kas desa sebesar Rp 1.031.447.Dana penyertaan modal BumDes tahun 2018 sebesar Rp 115.000.000, yang digunakan untuk kepentingan pribadi GSK.

Pada tahun 2019, GSK belum mempertanggungjawabkan dana sebesar Rp Rp 22.644.394 yang ditarik dari rekening kas desa. Pertanggunjawaban pajak negara sebesar Rp 42.540.515.Ada juga pengeluaran fiktif sebesar Rp 105.958.943.

“Dari beberapa hal ini,total kerugian negara mencapai Rp 544.627.342,” jelas Wayan Gustama.

Kanit Tipikor, Satuan Reskrim Polres Manggarai, Aipda Joko Sugiarto pada kesempatan yang sama mengaku tidak menahan GSK karena itu merupakan kewenangan Kejaksaan.

Polisi juga belum membidik calon tersangka lain, karena tergantung hasil persidangan di Pengadilan.

Joko menambahkan,atas perbuatannya, polisi menjerat GSK dengan uu no 31 tahun 1999, pasal 2 ayat 1 dan pasal 3, tentang pemberantaaan tindak pidana korupsi.

Laporan: Adi Nembok
Editor: Tarwan Stanislaus

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here