Beranda Florata News Bebas Malaria, Pemda Manggarai Dapat Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Malaria, Pemda Manggarai Dapat Penghargaan dari Kemenkes

72
0
Wakil Bupati Manggarai, Heri Ngabut menerima sertifikat eliminasi malaria dari Menkes Budi Gunadi Sadikin.Foto: Protokol Pemda Manggarai

FLORESPOST.CO, Ruteng- Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin, memberikan sertifikat elimasi malaria kepada 12 kabupaten/kota di Indoenesia. Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur, merupakan 1 dari 12 kabupaten/kota yang menerima sertifikat tersebut.

Sertifikat Eliminasi Malaria dari Kemenkes ini diterima langsung Wakil Bupati Manggarai Heri Ngabut. Pemberian penghargaan ini, juga bertepatan dengan peringatan Hari Malaria Sedunia yang berlangsung di Gedung Kemenkes Jakarta, Selasa (27/4/21).

Ada tiga indikator, suatu daerah disebut sukses eliminasi malaria yakni, Slide Positifity Rate kurang dari 5 persen, Annual Parasite Insidence kurang dari 1/1000 penduduk dan tidak ada kasus indegenous atau penularan lokal. Berkat komitmen Pemda Manggarai dan seluruh komponen, tiga indikator ini berhasil dilaksanakan.

Untuk diketahui, eliminasi malaria adalah suatu upaya untuk menghentikan penularan malaria dalam satu wilayah geografis tertentu dan bukan berarti tidak ada kasus malaria impor serta sudah tidak ada vektor malaria di wilayah tersebut, sehingga tetap dibutuhkan kegiatan kewaspadaan untuk mencegah penularan kembali.

Menkes Budi Gunadi dalam sambutannya mengatakan, peringatan hari malaria sedunia tahun ini merupakan tiitk balik untuk memperkuat komitmen bersama dalam mengeliminasi malaria, serta mewujudkan Indonesia bebas malaria tahun 2030.

Kemenkes,kata Budi tidak bisa melakukan sendiri protokol kesehatan malaria.Dukungan dari seluruh Kepala Daerah untuk menggerakan seluruh komponen sangat dibutuhkan untuk menjalankan protokol kesehatan tersebut.

“Kalau kita bisa disiplin dan sukses menerapkan protokol kesehatan untuk salah satu penyakit, berharap kita bisa juga melakukan hal yang sama terhadap penyakit menular lainnya,” kata Menteri.

Dirjen P2P Kemenkes RI, Mohamad Subuh, dalam kesempatan yang sama mengatakan, upaya mengendalikan malaria sudah dilaksanakan sejak 54 tahun lalu dan kini terbukti berhasil, dengan menurunya jumlah penderita di beberapa wilayah di Indonesia. Eliminasi malaria dilakukan secara bertahap dari kabupaten/kota, provinsi, dari satu pulau ke pulau yang lain sampai seluruh wilayah Indonesia pada tahun 2023.

“Sampai dengan tahun 2016 sebanyak 247 Kapupaten/kota telah menerima sertifikat eliminasi malaria dari kementerian kesehatan. Pencapaian ini menunjukan bukti kesungguhan kita membebaskan malaria dari tanah air. Diharapkan pada tahun mendatang akan semakin bertambah kabupaten/kota lainnya yang terbebas dari malaria, dan kabupaten/kota yang telah bebas malaria dapat mempertahankannya,” ungkapnya.

Untuk Provinsi NTT, ada tiga kabupaten/kota yang menerima sertifikat eliminasi malaria tahun ini yakni, Manggarai, Manggarai Timur dan Kota Kupang.

Kepala Dinas Kesehatan NTT dr. Messerassi B. V. Ataupah mengatakan, Kabupaten Manggarai berhasil capai eliminasi malaria pada tahun 2019, sementara Kabupaten Manggarai Timur dan Kota Kupang berhasil eliminasi malaria pada tahun 2020.

”Tempo dalam tiga tahun kita berhasil eliminasi malaria.Dulu malaria ini masuk dalam 2 besar penyakit di Puskesmas, sekarang malaria sudah keluar dari 10 besar penyakit yang ada di NTT. Ini kemajuan yang dicapai bersama dengan Kemenkes,” katanya.

Menurut Messerassi, regulasi tentang eliminasi malaria di NTT sudah dibuat sejak tahun 2017, melalui Peraturan Gubernur NTT nomor 11 tahun 2017. Sejak saat itu pula berbagai upaya dilakukan pemerintah daerah dan hasilnya ada 3 kabupaten/kota yang capai eliminasi malaria.

Laporan : Adi Nembok

Editor : Stanis Tarwan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here