Beranda Headline Bupati Larang ASN di Manggarai Bepergian Keluar Daerah

Bupati Larang ASN di Manggarai Bepergian Keluar Daerah

56
0
Bupati Manggarai, Herybertus G.L. Nabit. Foto: Florespost.co


FLORESPOST.CO, Ruteng- Antisipasi lonjakan kasus Covid-19 selama libur nasional, Bupati Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Herybertus G.L.Nabit telah mengeluarkan edaran yang berisi tentang larangan bagi ASN di daerah itu untuk bepergian keluar daerah.

Dalam Surat Edaran No: Organ 065/55/IV/2021 tanggal 14 April 2021, tentang pembatasan kegiatan bepergian keluar daerah dan atau mudik, dan atau cuti bagi Pegawai ASN dalam Masa Pandemi Covid-19 di lingkungan Pemkab Manggarai, ASN dan keluarga dilarang keluar daerah selama sebelas hari sejak 6 Mei sampai 17 Mei 2021.

Surat Edaran (SE) Bupati ini merupakan tindak lanjut dari SE Menpan RB tanggal 24 Maret 2021 dan Surat Edaran Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 No.12 tahun 2021, tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri Pada Masa Pandemi Covid-19.

Pembatasan kegiatan bepergian keluar daerah bagi ASN selama hari libur nasional tersebut, dilakukan untuk mengantisipasi potensi lonjakan kasus positif Covid-19.

Pengecualian larangan bepergian berlaku bagi ASN dan P3K yang memiliki alasan khusus, seperti sedang melaksanakan perjalanan tugas kedinasan dengan Surat Tugas yang ditandatangani oleh Sekda, serta ASN yang dalam keadaan terpaksa perlu bepergian ke luar daerah, dengan terlebih dahulu memperoleh izin tertulis dari Bupati Manggarai. ASN dan P3K yang telah mendapatkan izin cuti antara lain, cuti melahirkan, Cuti sakit dan cuti alasan penting.

ASN dan P3K yang telah memperoleh izin untuk bepergian keluar daerah juga harus selalu memperhatikan empat hal, yaitu, pertama, peta zonasi risiko penyebaran Covid-19 yang ditetapkan Satuan Tugas Penanganan Covid-19. Kedua, peraturan dan/atau kebijakan Pemerintah Daerah asal dan daerah tujuan perjalanan mengenai pembatasan keluar dan masuk orang.

Ketiga, kriteria, persyaratan, dan protokol perjalanan yang ditetapkan Kementerian Perhubungan dan Satuan Tugas Penanganan Covid-19. Keempat, protokol kesehatan yang telah ditetapkan Kementerian Kesehatan.

Dalam SE Bupati itu juga disebutkan, ASN lingkup Pemerintah Kabupaten Manggarai diwajibkan melakukan upaya preventif demi menekan penyebaran Covid-19, sekaligus menjadi contoh bagi keluarga dan masyarakat sekitar. Pegawai ASN wajib melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta menerapkan 5M+3T.

Penerapan 5M mencakup menggunakan masker dengan benar, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan membatasi mobilitas. Sementara langkah pencegahan lainnya adalah testing, tracing dan treatment (3T).

Bupati juga meminta seluruh pimpinan OPD untuk melakukan langkah-langkah penegakan disiplin terhadap ASN yang melanggar ketentuan dalam SE tersebut. ASN yang melanggar ketentuan, akan diberikan hukuman disiplin sesuai dengan PP No. 53/2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil dan PP No. 49/2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja.

Penegakan disiplin juga dilakukan melalui pemantauan dari masing-masing Kepala satuan Perangkat Daerah sesuai Format pelaporan, dan diminta melaporkan hasil pelaksanaan dari SE ini kepada Bupati Manggarai paling lambat 21 mei 2021.

Laporan : Adi Nembok
Editor : Stanis Tarwan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here