Beranda Regional NTT Kunker ke Nagekeo, Gubernur Tegaskan Kolaborasi Antar Bumdes dan Koperasi

Kunker ke Nagekeo, Gubernur Tegaskan Kolaborasi Antar Bumdes dan Koperasi

38
0

FLORESPOST.CO, Nagekeo- Dalam kunjungan kerjanya di kabupaten Nagekeo, Senin (24/5/2021), Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menegaskan terkait desain kelembagaan di tingkat Desa yaitu, kolaborasi antar Bumdes dan Koperasi.

‚ÄúTerkait Bumdes, kita harus mampu memilah program dengan pemahaman karakteristik masyarakat kita yang belum memiliki pengetahuan bisnis yang mumpuni sehingga, Bumdes tidak bisa maksimal dalam mengolah potensi ekonomi di desa,” kata VBL.

Padahal kata Viktor, Provinsi NTT dengan koperasi-koperasi besar di dalamnya, dimana menurut dia masyarakat sudah memahami konsepnya, apalagi tambah dia sebagian besar dari masyarakat NTT adalah anggota koperasi

“Tinggal pembekalan ekonomis, perencanaan bisnis, perencanaan keuangan, dan dikolaborasikan dengan Bumdes. Saya ingin di NTT, Koperasi dan Bumdes di kolaborasikan karena Bumdes tergantung pada kepala desa yang paham tentang kewirausahaan dan visioner, kalau tidak paham maka kegagalan yang terjadi, kalau koperasi, pemilik saham adalah anggotanya, satu org satu suara sehingga kalau terjadi perubahan pada kepemimpinan didesa dan gesekan antara pengurus dengan kepala desa, lembaga koperasi ini tetap hidup,” ungkapnya.

Untuk itu, Viktor Laidkodat meminta kepada Kadis PMD segera bawa konsep tersebut ke Kementrian Desa dan PDT, tentang desain penggabungan Bumdes dan Koperasi.

Sementara itu, Bupati Kabupaten Nagekeo, Yohanes Don Bosko dalam Sambutanya, menggambarkan dukungan dan sinergitas dalam pembangunan Pariwisata di Kabupaten Nagekeo.

“Kunjungan kerja kali ini rasa tamasya tapi tetap fokus pada pembangunan NTT. Desain Pariwisata di Nagekeo dapat dijabarkan dalam beberapa Ring yakni di desa solo tempat kita mlaksanakan kegiatan termasuk ring ebulobo dengan atraksi wisatanya tinju tradisional yang dilaksanakan setiap bulanya, ring amagelu dengan atraksi wisatatinju tradisional, ring Lena dengan atraksi wisata rohani, ring inde dengan atraksi wisata alam dan budaya, dan ring Mbay dengan atraksi ritual adat dan tenun ikat,” ungka Bupati Don Bosko

Ditambahkan Bupati Don, Kabupaten Nagekeo sangat memungkinkan untuk kaya raya, asalkan kata dia masyatakat tidak malas, bekerja denhan cerdas, cepat dan tepat.

“Prinsipnya pelaksanaan pembangunan di wilayah Kabupaten Nagekeo kita berkolaborasi secara bersama-sama untuk kesejahteraan masyarakat,” ungkap Bupati Yohanes.

NTT masuk 10 Besar Pertumbuhan Ekonomi Positif, Desain Kolaborasi Bumdes dan Koperasi

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) melakukan Kunjungan kerja bersama rombongan di Kabupaten Nagekeo (24/5) untuk memastikan geliat aktivitas ekonomi di NTT tetap memacu peningkatan pertumbuhan ekonomi NTT yang positif.

“Mencermati data Badan Pusat Statistik (BPS) 2021, NTT termasuk 10 Provinsi (Provinsi Riau, Riau, Bangka Belitung tumbuh 0,97 persen, Yogyakarta 6,14 persen, Nusa Tenggara Timur (NTT) 0,12 persen, Sulawesi Utara 1,87 persen, Sulawesi Tengah 6,26 persen, Sulawesi Tenggara 0,06 persen, Maluku Utara 13,45 persen, Papua Barat 1,47 persen, termasuk Papua 14,28 persen) yang pertumbuhan ekonominya positif, tentunya berkontribusi juga terhadap pertumbuhan ekonomi pada kuartal I Januari-Maret 2021 sebesar 7 persen,” ungkap Gubernur Laiskodat saat memberikan sambutan pada acara Kunker di Kabupaten Nagekeo.

“Untuk memastikan kondisi pertumbuhan ekonomi NTT tetap positif, maka pemimpinnya harus berada di lapangan guna berkolaborasi dalam melaksanakan pembangunan dan menyelesaikan permasalahan yang terjadi dengan pendekatan kerja cerdas, cepat dan tepat,” pungkas Gubernur Viktor

Selanjutnya Gubernur Viktor Laiskodat mengungkapkan dalam situasi sulit ini (covid 19) kita tetap konsisten dalam penganggaran yang diarahkan untuk penanganan Covid 19 dan pemulihan ekonomi daerah.

“Perintah Bapak Presiden kepada para Gubernur agar menginjak gas dan rem artinya secara terkontrol antara penanganan pandemi Covid 19 dan memastikan aktivitas ekonomi kita tetap positif dan lebih meningkat lagi.

“Banyak pihak yang protes terkait kebijakan pariwisata sebagai lokomotif pembangunan di NTT karena ketika pandemi, pariwisata menjadi sektor yang paling terdampak. Namun kita dapat buktikan pertumbuhan ekonomi kita tidak terpuruk selama pandemi. Kenapa? Karena rantai nilai dipasok dari dalam NTT. Pengalaman mengatasi covid 19 menjadi pelajaran bagi kita dalam membangun pariwisata harus juga mendesain rantai nilainya sehingga situasi sulit apapun daerah ini tetap berkontribusi positif bagi Pertumbuhan Ekonomi Nasional,” ujar Gubernur Viktor.

Penulis: Tarwan Stanislaus
Edior: Frans Ramli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here