Beranda Headline Respon Rekaman Berbau SARA, Sekretaris DPD PKS Kota Kupang Minta Masyarakat Tak...

Respon Rekaman Berbau SARA, Sekretaris DPD PKS Kota Kupang Minta Masyarakat Tak Terprovokasi

190
0

FLORESPOST.CO, Kupang- Isu SARA adalah salah satu isu yang sedang berkembang dengan pesat di Indonesia belakangan ini. Kepanjangan SARA yaitu Suku, Agama, Ras dan Antargolongan telah menjadi salah satu pokok konflik sosial yang rupanya sangat sensitif bagi sebagian besar publik. Salah satu alasannya adalah karena multikulturalisme yang terdapat dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

Keberagaman suku, ras, dan agama menjadi isu sensitif semenjak praktik politik identitas mulai digunakan oleh para elit politik dalam kampanye-kampanyenya. Mobilisasi massa menggunakan konten SARA dirasa menjadi salah satu jalan tercepat dan termudah untuk menarik simpati dan dukungan. Dan pada praktiknya, hal ini memberikan hasil yang cukup signifikan.

Adapun rekaman suara singkat yang beredar di sosial media pada hari sabtu 29 mei 2021 kemarin. Pemahaman seperti ini harus dijauhkan dari tanah Flobamorata, agar kerukunan kita tetap awet, terjaga sampai kapanpun.

Menggapai persoalan tersebut, Sekertaris DPD PKS Kota Kupang Muhathir Muhammad Nurdin Atasoge mengatakan, tindakan ini sangat berpengaruh pada tatanan kehidupan bermasyarakat dan bersosial di Nusa tertinggi toleransi ini, oleh sebab itu dirinya meminta kepada semua masyarakat Nusa Tenggara Timur terkhususnya di Kota Kupang agar tidak terprovokasi dengan pernyataan sara yang beredar di medsos itu.

“Tentu ini menjadi pembelajaran buat kita semua, bahwa apapun yang terjadi, persatuan dan kesatuan adalah harga mati bagi kita, walaupun kita memiliki suku, agama yang berbeda tetapi kita masih dalam satu ikatan yang kuat,” ungkapnya.

Muhahtir Atasoge berharap persoalan sara yang terjadi di Nusa terindah toleransi ini menjadi yang terakhir kalinya, dengan prestasi kota toleransi yang pernah kita dapatkan seharusnya menjadi cerminan bagi wilayah lain dalam hal berkehidupan yang berdampingan.

Kontributor: Ama Sabun
Editor: Tarwan Stanislaus

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here