Beranda Headline Ketua Pemuda Katolik NTT Agus Boli Minta Polisi Periksa Ketua DPRD Kota...

Ketua Pemuda Katolik NTT Agus Boli Minta Polisi Periksa Ketua DPRD Kota Kupang

539
0
Ketua Pemuda Katolik NTT, Agustinus Payong Boli,SH.MH

FLORESPOST.CO, Larantuka Pernyataan provokasi SARA yang berpotensi membuat radikalisme agama, kerusuhan sosial umat Katolik dan Protestan dan kecemasan publik beberapa waktu lalu yang telah beredar luas di media sosial sudah masuk kategori pidana.

Demikian ditegaskan ketua pemuda Katolik NTT, Agustinus Payong Boli, SH,MH, menjawabi dinamika yang beredar soal rekaman pembicaraan ketua DPRD Kota Kupang Yeskiel Loudue tanggal 30 Mei 2021 lalu.

Dikatakan Agus Boli, hal ini di perkuat dengan pernyataan Klarifikasi ketua DPRD Kota Kupang Yeskiel Loudue tanggal 30 Mei 2021.

“Mengingat Provokasi SARA adalah musuh terbesar bangsa Indonesia dan pengalaman buruk kerusuhan bermotif Agama di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur tahun 1998 yang sangat berbahaya,” ungkap Ketua Pemuda Katolik NTT ini.

Dari persoalan ini, Pemuda Katolik NTT menyatakan sikap sebagai berikut;

1. Meminta Partai tempat yang bersangkutan berasal mengevaluasi posisi dan kedudukan yang bersangkutan.

2. Meminta Badan Kehormatan DPRD Kota Kupang agar segerah menyelidik yang bersangkutan karena telah melanggar sumpah jabatan dan kewajiban yang bersangkutan untuk menjaga keutuhan Nasional dan daerah sesuai UU no 13 2019 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD.

3. Meminta pihak kepolisian Republik Indonesia Cq Kapolda Cq Kapolresta menyelidik dan menyidik yang bersangkutan sesuai Surat Edaran Kapolri No.SE/6/X/2015 tentang Penanganan Ujaran Kebencian karena ucapan provokasi SARA yang bersangkutan melanggar KUHP,Undang-Undang Nomor 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis pasal 4, undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik pasal 28 dan pasal 45.

“Selain itu secara moril dan materiil yang bersangkutan sebagai pejabat publik mesti menjaga toleransi dan keutuhan wilayah bukannya mengadu domba politik dengan ucapan SARA Agama Katolik dan Protestan serta Flores dan Wilayah lain,” ungkap Magister Hukum yang lulus dengan Predikat Summa Cumlaude di Undana Kupang ini.

Ditambahkannya, Pemuda Khatolik Nusa Tenggara Timur akan mempertimbangkan mendatangi Kapolda dan Kapolresta beberapa waktu ke depan untuk hal di maksud.

Penulis: Tarwan Stanislaus
Editor: Frans Ramli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here