Beranda Hukrim Florata Tak Terbukti Bersalah, 2 Terdakwa Kasus Tanah Keranga Bebas

Tak Terbukti Bersalah, 2 Terdakwa Kasus Tanah Keranga Bebas

84
0
Pengacara terdakwa Massimiliano dan Fabio Nizaldo, Marsel Radja, SH

FLORESPOST.CO, Kupang- Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (TIPIKOR) Klas 1A Kupang membebaskan dua terdakwa kasus dugaan tindak pidana korupsi pengalihan aset tanah Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai Barat (Pemkab Mabar), Rabu (7/7/2021) kemarin.

Ketua Majelis Hakim Paula Fransiska Nino didampingi Hakim Anggota Ngguli Liwar Mbani Awang dan Gustaf Marpaung dalam pertimbangan putusannya menyatakan kedua terdakwa, Maximiliano dan Fabio Nizaldo tidak terbukti bersalah sebagaimana didakwakan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Kuasa hukum kedua terdakwa, Marsel Radja, SH kepada FloresPost Rabu (7/7/2021) kemarin mengatakan oleh karena tidak terbukti bersalah, majelis hakim memerintahkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk membebaskan kedua terdakwa.

“Majelis Hakim juga memerintahkan kepada JPU untuk segera mengeluarkan kedua terdakwa dari dalam tahanan,” ujar Marsel.

Majelis Hakim, tambah Marsel, juga memerintahkan JPU untuk mengembalikan semua barang bukti milik kedua terdakwa yang telah disita. Barang bukti itu antara lain aset tanah, bangunan, dan aset kendaraan roda empat.

Menurut Marsel, majelis hakim berpendapat kedua terdakwa tidak pernah diinformasikan oleh pemilik tanah dan juga oleh terpidana Veronika Syukur bahwa tanah yang mereka perjualbelikan itu adalah milik Pemkab Mabar.

“Saat transaksi jual beli itu juga, tidak ada keberatan dari pembeli tanah Rudianto Saliawan,” jelasnya sambil menambahkan bahwa menurut majelis hakim transaksi jual beli yang dilakukan oleh kedua terdakwa adalah murni transaksi bisnis.

Sementara Hakim Anggota Ngguli Liwar Mbani Awang, kata Marsel, dalam pertimbangan hukumnya dengan tegas mengatakan tanah yang diperjualbelikan oleh kedua terdakwa bukanlah tanah milik Pemkab Mabar.

Penulis: Tarwan Stanislaus
Editor: Frans Ramli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here