Beranda Kesehatan Limbah Medis Covid Dimusnahkan di Incinerator Pustu Carep

Limbah Medis Covid Dimusnahkan di Incinerator Pustu Carep

32
0
Bupati Manggarai Hery Nabit meninjau proses pembakaran limbah medis di incinerator Pustu Carep. Foto: Adi Nembok/Fp.co

FLORESPOST.CO, Ruteng- Mungkin banyak yang bertanya, sampah-sampah atau limbah medis pasien biasa termasuk limbah medis pasien covid-19 dari seluruh Puskesmas Pembantu (Pustu) dan Puskesmas di seluruh Kabupaten Manggarai ditampung atau dibuang ke mana.

Sejak tahun 2018 lalu, Pemerintah Kabupaten Manggarai telah membangun incinerator di Pustu Carep, Kelurahan Carep, Kecamatan Langke Rembong. Incinerator sendiri adalah alat atau mesin yang dipergunakan untuk membakar sampah atau limbah medis dengan menggunakan teknologi pembakaran yang didesain sedemikian rupa sehingga menghasilkan sisa pembakaran yang sangat minim.

Terbatasnya kapasitas mesin, dalam sehari incinerator di Pustu Carep hanya mampu membakar 50 kg sampah atau limbah medis dari seluruh Pustu dan Puskesmas di Manggarai. Dulu sebelum merebaknya wabah corona, incinerator ini hanya membakar sampah medis biasa. Tapi dengan merebaknya wabah corona saat ini, incinerator ini juga digunakan untuk membakar limbah medis yang telah digunakan pasien covid-19.

Di Manggarai memang ada dua incinerator yakni di Pustu Carep dan RSUD dr.Ben Mboi Ruteng. Namun pemanfaatan dua mesin ini berbeda. Di Pustu Carep digunakan untuk membakar limbah medis dari seluruh Pustu dan Puskemas, sementara incinerator di RSUD Ben Mboi khusus untuk membakar limbah medis di lingkungan rumah sakit.

Terkait penanganan limbah medis tersebut, Bupati Manggarai Herybertus Nabit, didampingi Plt.Kadis Kesehatan Nobertus Burhanus dan Kabag Prokopim Lodi Moa, Kamis (22/7/21) meninjau Incinerator di Pustu Carep tersebut.

Bupati berkesempatan untuk melihat dari dekat proses pembakaran sampah medis di incinerator itu, serta mendengar masukan dan keluhan terkait kendala yang dihadapi petugas dalam proses penanganan sampah-sampah medis tersebut.

Salah satu persoalan yang muncul terkait abu dari pembakaran sampah-sampah medis itu. Hingga kini, belum ada ruangan atau wadah khusus untuk menampung abu-abu tersebut.

“Memang kita belum ada jalan keluar untuk itu (abu). Tapi arahan saya, abu-abu dikumpulkan dalam karung dan disimpan dengan baik, sambil kita mencari solusinya. Solusi dari yang lalu-lalu, ada yang membeli. Kita lihat, apakah akan menempuh jalan seperti itu atau tidak,” kata Bupati Hery.

Terpantau, sebelum dibakar, sampah-sampah medis dikemas dalam beberapa plastik tertutup. Setiap kemasan ditimbang beratnya lalu dihitung seluruh jumlahnya agar bisa mencapai berat 50 kg sesuai kapasitas incinerator. Untuk mencegar penularan dari sampah-sampah medis tersebut, petugas juga dibekali alat pelindung diri (APD) yang lengkap.

Laporan : Adi Nembok
Editor : Stanis Tarwan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here