Beranda Headline Pustu Carep Kekurangan Tenaga Medis, Bidan Juga Minta Naikan Honor

Pustu Carep Kekurangan Tenaga Medis, Bidan Juga Minta Naikan Honor

46
0
Kunjungan Kerja Bupati Manggarai Hery Nabit ke Pustu Carep. Foto: Adi Nembok/Fp.co

FLORESPOST.CO, Ruteng- Wilayah kerja Puskesmas Pembantu (Pustu) Carep, Kelurahan Carep, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, NTT, mencakup tiga wilayah kelurahan. Jumlah pasien terutama ibu hamil di wilayah ini juga tergolong banyak.

Luasnya wilayah kerja dan banyaknya pasien, tidak didukung jumlah tenaga medis yang ada. Dampaknya, pelayanan tidak berjalan maksimal.

Sebagaimana penuturan Maria Yuliati Wati, seorang bidan di Pustu Carep saat bertatap muka dengan Bupati Manggarai Hery Nabit di Pustu Carep, Kamis (22/7/21), mengatakan jumlah bidan di Pustu Carep saat ini hanya 7 orang. 5 orang di antaranya berstatus Tenaga Pelatih Program Kesehatan (TPPK), satu bersatus PNS dan satu lagi bidan PTT dari Provinsi NTT.

Menurut Yuliati, jumlah bidan tersebut tidak cukup untuk melayani pasien yang sangat banyak.Terutama untuk melayani ibu-ibu hamil yang hendak melahirkan.

“Memang di Pustu Carep ada ruangan untuk melahirkan. Tapi kami tidak bisa manfaatkan fasilitas itu karena kekurangan tenaga bidan. Selama ini, ibu-ibu yang mau melahirkan kami arahkan ke Puskemas Kota,” kata Yuliati.

Yuliati berharap, Bupati Hery bisa mengambil kebijakan untuk menambah tenaga bidan di Pustu Carep.Sehingga ke depan, pelayanan bisa berjalan maksimal, terutama bisa melayani persalinan di Pustu Carep.

Selain meminta penambahan tenaga bidan, Yuliati juga mengharapkan perhatian bupati untuk menaikan honor 5 (lima) orang bidan yang berstatus TPPK di Pustu Carep. Sebab, honor bulanan yang diterima hanya sebesar Rp 600.000.

“Sejak masuk awal tahun 2016, honor saya hanya Rp 400.000/bulan.Memang sekarang ada penambahan, sehingga jumlahnya Rp 600.000,” kata bidan yang biasa disapa Nenik ini.

Nenik berharap, dengan beban kerja yang berat, Bupati Hery bisa memikirkan untuk menaikkan honor mereka.

“Mengingat kami punya tugas yang boleh dibilang sangat sulit. Kalau hujan angin, kami dipanggil oleh pasien, pasti kami jalan.Tengah malam kami dipanggil pasien, pasti kami jalan.Mungkin ke depannya ada pertimbangan untuk menaikkan honor kami,” pinta Nenik pada Bupati Hery.

Menanggapi itu, Bupati Hery mengatakan akan berupaya untuk mencari solusinya.
“Kita sama-sama berdoa, mudah-mudahan tahun depan keinginan bisa dipenuhi,” kata Bupati.

Laporan : Adi Nembok
Editor : Stanis Tarwan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here