Beranda Kampusiana Senat Mahasiswa STP Reinha Larantuka Gelar Seminar BKSN 2021

Senat Mahasiswa STP Reinha Larantuka Gelar Seminar BKSN 2021

90
0
Seminar Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) tahun 2021 oleh Senat Mahasiswa STP Reinha Larantuka.

FLORESPOST.co, Larantuka- Senat Mahasiswa STP Reinha Larantuka Gelar menggelar seminar Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) tahun 2021.

Seminar ini digelar di aula STP Reinha Larantuka, Sabtu (25/9/ 2021), dengan tema persahabatan dalam “Perspekstif Thomas Aquinas”.

Tema seminar ini diangakat dari tema umum BKSN 2021 yakni Yesus Sahabat Seperjalanan Kita. Menjadi pemantik dalam diskusi ini adalah Dosen STP Reinha Larantuka, Yosep Belen Keban.

Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars STP dan doa yang dipandu langsung oleh master ceremony.

Kegiatan seminar tersebut dihadiri oleh segenap mahasiswa STP Reinha Larantuka dari tingakat I-III kurang lebih kurang lebih 90 Peserta. Moderator kegiatan seminar ini adalah Vinsensius Sogen mahasiswa semester III STP Reinha Larantuka.

Terkait dengan materi seminar, Yosep B. Keban menjelaskan dengan baik konsep atau persektif Thomas Aqinas memgenai persahabatan. Lebih lanjut Yosep menjelaskan bahwa Thomas Aquinas memandang persahabatan tidak sebatas pada relasi manusia dengan mamusia sama seperti yang dikatakan Aristoteles tetapi melampaui itu yakni selain relasi dengan manusia yang lain (the other), manusia juga patut menjalin relasi dengan dimensi Ilahi.

“Wujud persahabatan atau relasional manusia itu berasal dari Allah dan bertujuan atau bermuara kepada Tuhan. Persahabtan menurut Thomas Aquinas difondasikan pada kasih atau cinta,” kata Yosep B. Keban.

Yosep menjelaskan bahwa alasan manusia bersahabat adalah bersahabat karena kesenangan, bersahabat karena ada prinsip kegunaan dan juga persahabatan sejati.

Dalam pemaparan materinya Yosep B. Keban mengatakan manusia adalah makhluk yang individual dan sosial.

“Di satu sisi dia adalah makhluk independen yang mengungkapkan keberadaannya sebagai individu yang unik dan bebas, namun di sisi lain keberadaannya sebagai pribadi yang unik dan bebas itu terperangkap dalam relasinya dengan sesama yang lainya. Manusia sebagai individu dalam ada bersamanya tentu sangat membutuhkan orang lain (Liyan),” jelasnya.

Kehadiran Liyan dalam eksistensi hidup bersama jelas Yosep B. Keban merupakan sebuah keharusan sebab manusia adalah makluk sosial.
Hal ini mau mengatakan bahwa manusia tidak dapat mampu hidup seorang diri (no man is an island) dia tentu saja membutuhkan orang lain dalam hidup bersama untuk saling berbagi, menolong, membantu dan lain sebagainya.

“Artinya bahwa kehadiran orang lain (Liyan) membuat relasi Aku-Engkau menjadi bermakna, sebab dengan adanya relasional itu Aku memperoleh kepenuhan diri,” kata Yosep.

Dikatakannya, berkaitan dengan manusia yang berelasi dalam kehidupan bersama oleh Thomas Aquinas disebut sebagai bentuk relasi sosial. Relasi sosial tertinggi yang dijalani oleh seorang manusia menurut Thomas Aquinas adalah ‘persahabatan’.

“Diskursus mengenai persahabatan memang sejak dahulu menjadi bahan permenungan para filsuf sejak zaman Yunani Kuno, Abad Pertengahan, Zaman Modern, hingga masa postmodernisme ini,” katanya.

Esensi dari persahabatan dewasa ini tambah Yosep B. Keban semakin diragukan dan dipertanyakan sebab kebaikan dari telos dari persahabatan menurut Thomas Aquinas tersebut tidak mendapat ruang dalam hidup bersama. De facto aneka peristiwa atau kejadian yang mereduksi dan menciderai arti persahabatan semakin nampak dengan gamblang dalam relasional manusia yang bersahabat.

“Kejadian amoral dalam societas dewasa ini dipraktikan tanpa beban misalnya KKN, narkoba, seks bebas, dan aneka praktik lainnya yang menyimpang dari etika hidup bersama. Banyak kaum milenial terjerumus ataupun terjabat dalam praktik hidup demikian dan mengungkapkan bahwa mereka terjerumus dalam persahabatan yang salah,” pungkasnya.

Akhir dari seminar tersebut para peserta seminar diajak untuk menyanyikan bersama lagu “Persahabatan Bagi Kepompong”.

Moderator dalam kata akhirnya ia merangkul keseluruhan materi seminar dengan kesimpulan bahwa persahabatan sejatinya adalah sebuah keharusan dan dalam dalam berelasi diharapkan untuk mampu mempraktikan cinta atau kasih dalam hidup bersama.

Hal senada juga dikatakan oleh Hasna selaku ketua Panitia BKSN 2021, ia sangat antusias mengikuti segala rnagkaian kegiatan BKSN 2021 termasuk seminar. Seminar ini sangat bermanfaat dan menambah wawasan kami dalam persahabatan.

Penulis: Tarwan Stanislaus
Editor: Frans Ramli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here