Beranda Florata News Pemda Manggarai Siap Gandeng APH Berantas Mafia Penyelundupan Sapi

Pemda Manggarai Siap Gandeng APH Berantas Mafia Penyelundupan Sapi

35
0
Wakil Bupati Manggarai Heribertus Ngabut

FLORESPOST.CO, RUTENG, – Wakil Bupati Manggarai Heribertus Ngabut berjanji akan melakukan koordinasi dengan aparat penegak hukum (APH) agar memberantas praktek penyelundupan sapi dari wilayah Reok Barat, Kabupaten Manggarai, NTT dengan tujuan Bima, NTB.

“Nanti setelah Idul Fitri melalui Plt Kepala Dinas Peternakan kita melakukan skenario bagaimana mengatasi praktek penyelundupan sapi di lapangan,” ujarnya kepada wartawan di Ruteng, Kamis (28/4/2022) kemarin.

Politisi Golkar itu mengatakan, masalah penyelumdupan sapi tersebut sangat merugikan daerah. Pertama jelas Wabup Ngabut, dari sisi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sangat terganggu. Kedua, paling mencemaskan juga adalah kesehatan sapi-sapi yang diselundupkan itu tidak terjamin.

Mantan Kepala Kesbangpol Manggarai ini menyebut, masalah lain adalah tentu dicurigai bukan hanya sapi jantan yang diselundupkan, tetapi juga sapi anakan bahkan betina produktif. Padahal, itu dilarang keras oleh Undang-undang.

“Jadi kecemasan kita di situ, sehingga kita akan mengambil langkah-langkah yang pas,” tegasnya.

Ia menjelaskan, untuk mengatasi masalah ini juga perlu edukasi kepada masyarakat setempat supaya semua pihak memiliki persepsi yang sama demi kepentingan rakyat dan negara.

“Kita menyelesaikan tanpa konflik, supaya orang mengerti bahwa, penyelundupan sapi liar itu sangat merugikan daerah. Kita harus ikuti aturan yang berlaku,” pungkas dia.

Dilaporkan sebelumnya bahwa, maraknya dugaan penyelundupan sapi dari Pelabuhan Nanga Nae, Desa Paralando, Kecamatan Reok Barat, Manggarai, NTT menuju Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sangat meresahkan warga setempat.

Warga setempat yang meminta identitas mereka dirahasiakan mengungkapkan hal itu ketika berbincang-bincang dengan wartawan di Reok Barat Kamis, 21 April 2022 lalu.

Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Manggarai Fraksi Demokrat, Sil Nado menyoroti kasus penyelundupan sapi tersebut. Ia mengatakan, pemerintah daerah tidak boleh kalah dengan para mafia penyelundupan ternak yang sering terjadi di Dusun Nanga Na’e Desa Paralando, Kecamatan Reok Barat.

Politisi Demokrat itu menilai, peristiwa penyelundupan sapi ke wilayah Bima dari Kabupaten Manggarai melalui muara kali Wae Kuli, Nanga Nae, Desa Paralando merupakan potret buram pengawasan perdagangan ternak besar antar pulau.

Menurut dia, dari peristiwa ini tentunya pemerintah daerah dan masyarakat Manggarai mengalami kerugian, karena akan berdampak terhadap menurunnya PAD (Pendapatan Asli Daerah). Di sisi lain kata dia, akan berdampak terhadap populasi ternak karena sapi betina yang produktif juga dijual antar pulau.

Untuk itu, lanjut dia, pemerintah daerah harus segera mengambil langkah strategis dan tindakan yang tegas terhadap peristiwa penyelundupan sapi tersebut.

“Perlu dilakukan penelusuran terhadap jaringan mafia ini termasuk masyarakat Manggarai yang terlibat dan menjadi agen dalam proses penyeludupan sapi tersebut,” tegas dia.

Alumni PMKRI itu menyarankan agar perlu ada pengawasan dan pendataan dari pemerintah desa dalam proses jual beli ternak yang terjadi di tengah masyarakat.

Pendataan seperti ini akan memudahkan kita dalam proses penelusuran ketika mengalami persoalan seperti ini,” jelas Nado.

Ia menambahkan, untuk mengatasi praktek penyelundupan hewan ternak tersebut, perlu membangun koordinasi yang intens antara pemerintah desa dengan instansi yang terkait dalam mengawasi proses jual beli sapi di tengah masyarakat.

Merespon hal tersebut, Dinas Peternakan Kabupaten Manggarai, NTT melalui SK bernomor HK/56/2022 yang diterbitkan tanggal 7 Januari 2022, membentuk tim khusus untuk mencegah praktek pengiriman sapi ilegal dari pelabuhan Nanga Nae, Desa Para Lando, Reok Barat.

Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Peternakan Kabupaten Manggarai, Yosep Mantara mengatakan, pihaknya sedang membentuk tim koordinasi khusus untuk melakukan pengawasan terkait keluar masuk hewan ternak di daerah itu.

“Sekarang saya lagi koordinasi dengan pa wakil Bupati Manggarai untuk menggelar rapat. Karena dalam tim itu melibatkan pihak kepolisian, kejaksaan, dan kodim. Jadi semua tim yang ada dalam pengawasan itu harus rapat dulu,” ujarnya saat ditemui wartawan di ruang kerjanya Senin, 25 April 2022.

Berdasarkan informasi yang diperoleh wartawan, pada Februari 2021 lalu dua kapal motor (KM) pengangkut 92 ekor sapi dari Pelabuhan Nanga Nae, Desa Paralando, Kecamatan Reok Barat, Manggarai, NTT tujuan Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), berhasil diamankan oleh anggota TNI Angkatan Laut (AL) dan Badan Intelejen Negara (BIN)

Praktek pengiriman sapi ilegal sempat terhenti beberapa bulan setelah seorang oknum polisi yang bertugas di Polres Manggarai, NTT sempat diperiksa Propam (Divisi Profesi dan Pengamanan) karena diduga menjadi pelaku pengiriman sapi ilegal tersebut.

Penulis: Yuga Yuliana
Editor” Tarwan Stanis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here