Beranda Kampusiana IKAFLODYA Gelar Diskusi Digitalisasi Sekolah dan Problema Merdeka Belajar di Flotim

IKAFLODYA Gelar Diskusi Digitalisasi Sekolah dan Problema Merdeka Belajar di Flotim

186
0
Ikatan Keluarga Besar Flores Timur Daratan Yogyakarta saat menggelar diskusi tentang digitalisasi sekolah di Flotim, dan problema merdeka belajar, khususnya pengaruh game online di kalangan pelajar, Kamis (5/5/2022
Ikatan Keluarga Besar Flores Timur Daratan Yogyakarta saat menggelar diskusi tentang digitalisasi sekolah di Flotim, dan problema merdeka belajar, khususnya pengaruh game online di kalangan pelajar, Kamis (5/5/2022

LORESPOST.CO, YOGYAKARTA- Ikatan Keluarga Besar Flores Timur Daratan Yogyakarta (IKAFLODYA) menggelar diskusi tentang digitalisasi sekolah di Flotim, dan problema merdeka belajar, khususnya pengaruh game online di kalangan pelajar, Kamis (5/5/2022).

Diskusi yang menghadirkan pembicara Guntur Baluk dan Jinny da Gomez ini dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada 2 Mei 2022 kemarin.

Jinny da Gomez disela-sela diskusi itu menyampaikan, digitalisasi itu sendiri (teknologi informasi dan komunikasi) bagi sekolah-sekolah di kabupaten Flores Timur sangatlah penting. Namun Jini da Gomez demikian sapaanya, menyoroti soal minimnya infrastruktur di sekolah, sehingga membuat sekolah-sekolah di kabupaten Flores Timur masih belum siap menjalankan program digitalisasi yang akan datang.

“Jadi perlu juga adanya perhatian khusus dari pemerintah kabupaten Flores Timur terkait hal ini, agar kabupaten kita tidak tertinggal dari kabupaten-Kabupaten lainnya di Indonesia,” harap Jini da Gomez.

Jini menambhakan, di era Merdeka Belajar, kebijakan yang diluncurkan oleh Mendikbudristek mendorong semua elemen agar dapat membangun kolaborasi melalui berbagai sarana dan fasilitas.

Ikatan Keluarga Besar Flores Timur Daratan Yogyakarta saat menggelar diskusi tentang digitalisasi sekolah di Flotim, dan problema merdeka belajar, khususnya pengaruh game online di kalangan pelajar, Kamis (5/5/2022).
Ikatan Keluarga Besar Flores Timur Daratan Yogyakarta saat menggelar diskusi tentang digitalisasi sekolah di Flotim, dan problema merdeka belajar, khususnya pengaruh game online di kalangan pelajar, Kamis (5/5/2022).

Salah satunya jelasnya, fasilitas digital yang dapat digunakan sebagai sumber belajar, sarana belajar serta dapat mengakses informasi yang akan membantu para murid dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.

“Hampir semua sektor di era industry 4.0 ini sudah melakukan digitalisasi. Yaitu dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi. Hal itu juga yang dilakukan di sektor pendidikan. Kita harus bersama-sama serentak bergerak memajukan pendidikan, karena sekali lagi pendidikan merupakan tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.

Selain Jini da Gomez, salah satu peserta diskusi  Ramon Tukan juga mengatakan hal serupa. Ramon menyampaikan, digitalisasi pendidikan mesti disambut dengan SDM dan infrastruktur yang memadai. Sebab kata Ramon, ruang digital ini menyajikan ruang belajar yang lebih luas dan tanpa batas. Oleh karena itu ia berharap, aturan untuk digitalisasi pendidikan juga musti dirumuskan.

Charles salah satu peserta diskusi juga turut memberikan tanggapan terkait tema diskusi mereka. Program Digitalisasi Sekolah jelas Charles, merupakan terobosan baru yang memanfaatkan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk mempermudah proses belajar mengajar.

Program digitalisasi sekolah kata Charles, akan didukung dan ditindaklanjuti dengan peningkatan kompetensi guru, khususnya di bidang penguasaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Hal ini karena guru merupakan ujung tombak dan penentu keberhasilan program digitalisasi sekolah untuk mempercepat terciptanya sumber daya manusia Indonesia yang unggul.

”Kunci berhasil atau tidaknya program digitalisasi sekolah ada pada guru. Jadi kompetensi guru harus baik. Guru harus belajar tiap hari baik bersama instruktur, belajar sendiri, ataupun belajar dengan koleganya dalam asosiasi guru,” tutur Charles.

Untuk itu dengan adanya kegiatan diskusi bersama anggota organisasi, Jini da Gomez berharap agar ke depannya Ikaflodya bisa mengadakan diskusi bersama dengan pemerintah kabupaten Flores Timur terkait permasalahan digitalisasi sekolah di Flotim dan problema merdeka belajar.

“Kami juga ingin sekali kedepannya nanti berdiskusi dengan pemerintah daerah Kabupaten Flores Timur soal permasalahan ini, dan mencari solusi bersama, atau berdiskusi soal perkembangan di daerah, agar kami mahasiswa dari Flores Timur yang berada di luar daerah, suatu saat bisa memberikan kontribusi terkait hal ini melalui pendapat dan aksi kami kedepannya.

Selain Jini da Gomez, Beki Kean salah satu peserta diskusi juga menyampaikan, kontribusi yang bisa mereka lakukan sebagai mahasiswa adalah memberikan pendapat, keritik terhadap pemerintah daerah Kabupaten Flores Timur dan menawarkan solusi kedepannya dalam menghadapi persoalan Digitalisasi sekolah.

Penulis: Tarwan Stanislaus
Editor: Frans Ramli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here