Beranda Politik Ketua DPD PDIP NTT Silaturahmi ke Hery Dosinaen di Adonara

Ketua DPD PDIP NTT Silaturahmi ke Hery Dosinaen di Adonara

767
0
Seluruh Pengurus inti DPD PDIP NTT saat berdialog bersama tokoh adat di rumah suku Dosinaen di Adoanra. (Foto/Tarwan Fp)

FLORESPOST.CO, ADONARA Seluruh pengurus inti Dewan Pimpin Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Provinsi Nusa Tenggara Timur bersilaturahmi ke kediaman Hery Dosinaen di kampung halamannya di desa Nihaone, Kecamatan Ile Boleng, Kamis (26/5/2022).

Tiba di Desa Nihaone, rombongan disambut dengan tarian adat Adonara. Rombongan yang dinahkodai langsung oleh Ketua DPD PDIP NTT Emi Nomleni, dan didampingi Viktor Mado Watun Wakil ketua organisasi DPD PDIP NTT, Simon Petus Nili Wakil Sekretaris Eksternal DPD PDIP NTT, Anton Hadjon ketua DPC PDIP Flores Timur dan Robertus Kereta Sekretaris DPC PDIP Flores Timur ini juga disambut langsung oleh Hery Dosinaen di pintu gerbang Desa Nihaone.

Selanjutnya, rombongan diarak menuju rumah adat suku Dosinaen, dan juga diterima secara adat oleh orang tua adat di kampung tersebut.

Viktor Mado Watun pun tampil sebagai juru bicara dalam pertemuan tersebut. Viktor dihadapan orang tua adat suku Dosinaen menyampaikan bahwa kunjungan mereka ke Desa Nihaone merupakan kunjungan balasan karena kata Viktor, Heri Dosinaen sudah melakukan kunjugan sebelumnya ke kediaman ketua DPD PDIP NTT.

“Pertemuan kami bersama Pak Hery bukan kebetulan. Kami sudah merancang sebelumnya. Pak Hery sebelumnya mengagendakan bulan Juni, tetapi situasi dan kondisi yang dihadapi pak Hery dengan meninggalnya mama kandungnya, maka kami putuskan untuk agendakan pertemuan terjadi hari ini, sekaligus menyampaikan ucapan belasungkawa,” kata Viktor.

Viktor juga menyampaikan bahwa, Emi Nomleni dan Hery Dosinaen akan merancang, berjalan bersama untuk mengurus Provinsi Nusa Tenggara Timur kedepan.

Untuk itu Ia meminta kepada seluruh masyarakat Adonara agar tetap mendukung proses yang telah berjalan saat ini. Walaupun kata dia masih ada tahapan-tahapan lain yang harus dilewati.

Menjawabi pertanyaan dari orang tua adat suku Dosinaen yang menyampaikan bahwa politik itu berubah setiap detik, Viktor dengan tegas menyatakan bahwa jika ketua DPC atau ketua DPD mau maju jadi bupati atau gubernur, maka orang lain tidak mungkin bisa dapat posisi tersebut.

“Seperti almarhum pak Frans Lebu Raya. Lima (5) tahun jadi Wakil Gubernur, sepuluh tahun jadi gubernur, diinternal partai siapa mau lawan. Karena beliau adalah komando partai yang ada di NTT,” kata Viktor.

Sementara itu, Emelia J. Nomleni dalam sambutannya menyampaikan bahwa, pertemunya dengan Hery Dosinaen adalah pertemuan yang unik dan luar biasa. Emi Nomleni mengakui sebelumnya tidak mengenal baik sosok Hery Dosinaen, walaupun kata Emi, Heri Dosinaen adalah publik figur yang sangat terkenal di Papua, bahkan di Flores Timur.

Emi Nomleni juga menambahkan, bahwa dirinya dan Hery Dosinaen akan berjalan bersama, dan mempunyai keinginan untuk membangun dan bekerja bersama untuk Provinsi Nusa Tenggara Timur.

“Pertemuan ini merupakan proses awal untuk kita terus berjalan bersama. Tentu ada yang merasa belum puas, tetapi ini adalah proses yang terus berjalan. Apalagi kami di PDIP tegas lurus dan sangat menghargai proses. Kami sangat tunduk pada keputusan partai nantinya,” kata Emi Nomleni.

Sementara itu, Dr. Titus Emanuel Adopehan Hery Dosinaen, S.IP, M.KP, M.Si, atau yang akrab disapa Hery Dosinaen, Komisaris Utama Bank Papua. Sebelumnya pernah menjabat Sekretaris Daerah Provinsi Papua itu dalam sambutannya juga tidak menyangka dapat bersanding disamping ketua DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur, sekaligus ketua DPD PDIP NTT.

Hery Dosinaen juga meriwayatkan pertemuan-pertemuan dirinya dan Emi Nomleni. Hery mengaku mengenal sosok Emi Nomleni sebelumnya tahun 2018 dari media sosial Youtube.

“Dari semua alur cerita ini kami kemas dalam satu kesimpulan kecil, walaupun tidak besar, bahwa kami mempunyai hati untuk masyarakat Nusa Tenggara Timur. Kami tidak sempurna dalam perjalanan hidup ini, yang sempurna hanyalah Tuhan Yang Maha Kuasa,” kata Hery Dosinaen.

Hery menambahkan, dirinya dan Emi Nomleni mempunyai komitmen dalam melihat apa yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat di NTT.

Didalam dunia politik tambah Hery, ada yang disebut etika politik, bahkan kata dia ada filosofi yang menyatakan bahwa air yang diminum, tanah yang dipijak, sampai pada udara yang dihirup mengandung makna politik.

“Tetapi orang yang melaksanakan politik, harus tau etika politik. Dan saya juga memahami itu. Hari ini saya hadir dan berdiri disini karena PDIP. Ini bukan lamaran tetapi ibu (Nomleni-red), mau mengajak kami untuk mau bekerja sama, untuk sama-sama dalam satu barisan,” kata Hery mengakhiri sambutannya.

Penulis: Tarwan Stanis
Editor: Frans Ramli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here