Beranda Nusantara Wujudkan Perlindungan PMI ke Luar Negeri, Agus Boli Tandatangan MoU dengan BP2MI

Wujudkan Perlindungan PMI ke Luar Negeri, Agus Boli Tandatangan MoU dengan BP2MI

23
0
MoU, Ketua Pemuda Katolik NTT, Deputi Bidang Penempatan Dan Pelindungan Kawasan Asia Dan Afrika Agustinus Gatot Hermawan, S.H., M.H, dan Antonius Hubertus Gege Hadjon Bupati Flores Timur. (Foto/dokpri)

FLORESPOST.CO, LARANTUKA– Untuk mewujudkan perlindungan Pekerja Migran Indonesia yang paripurna dari sebelum bekerja, selama berkerja sampai dengan setelah bekerja, Agustinus Payong Boli menandatangani Memorandum Of Understanding (MoU) dan Pernyataan Komitmen bersama dengan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia yang dihadiri langsung oleh Deputi Bidang Penempatan Dan Pelindungan Kawasan Asia Dan Afrika Agustinus Gatot Hermawan, S.H., M.H, dan disaksikan oleh Bupati Flores Timur Antonius Hubertus Gege Hadjon saat itu di Larantuka, tanggal 19 Mei 2022 lalu.

Dalam penandatangan itu, Agus Boli selaku ketua Pemuda Katolik Komisariat Daerah Nusa Tenggara Timur sebagai pihak ke II dan BP2MI Agustinus Gatot Hermawan, SH, MH selaku pihak ke-II berkomitmen untuk mewujudkan kerjasama perlindungan pekerja Migran Indonesia antara BP2MI dengan Ketua Komisariat propinsi Nusa Tenggara Timur tentang kolaborasi perlindungan Pekerja Migran Indonesia di Asia- Afrika.

Setelah moratorium pelarangan pengiriman pekerja migran Indonesia keluar negeri di cabut oleh pemerintah pusat Presiden Jokowi, maka MoU G to G mulai di lakukan khusus untuk kawasan Asia Afrika dan baru di mulai di 63 Negara dari 150 an negara.

Agus Boli yang dihubungi Florespost, Senin (30/5/2022), memastikan setelah MoU ini pihaknya akan bekerja keras memberantas pengiriman pekerja migran ilegal dan membuka ruang pengiriman pekerja migran(TKI) secara legal agar aman secara hukum,aman sosial dan aman ekonomi.

Agus Boli melanjutkan, akan ada pengiriman tenaga pembantu perawat- perawat ke Jerman, Korea, Jepang dan Australia dengan gaji kisaran Rp.24 juta sampai dengan Rp.54 juta/ bulan selama 3 tahun.

“Tetapi harus memenuhi syarat kursus bahasa Inggris, Mandarin, Korea dan Jepang, dan syarat-syarat lainnya. Sedangkan tujuan Negara Malaysia telah di tandatangani MoU antara Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah dan Menteri SDM Malaysia Dato’ Sri M. Saravanan tanggal 1 April 2022 di Istana Merdeka untuk Pekerja Migran(TKI) sektor domestik pembantu Rumah Tangga, Housekeeper dan Family Cook,” kata Agus Boli.

Pekerja Migran ini kata Agus, memperoleh Jaminan sosial ganda, yakni BPJS ketenagakerjaan dan kesehatan Indonesia dan Malaysia. Upah pekerja perbulan minimal RM.1500 atau Rp.5,2 Juta/ bulan bersih tanpa potongan .

Sebagai staf khusus BP2MI, Agus Boli juga akan memulai safari ke sejumlah negara- negara kawasan Asia Afrika di bulan Juni dan seterusnya.

“Saya mengajak semua pekerja yang memenuhi syarat sesuai aturan untuk bekerja di negara-negara yang membutuhkan di kawasan Asia-Afrika secara legal. Upahnya pun besar, dan saya yakin setelah dua atau tiga tahun bekerja dan pulang bisa membawa uang ratusan bahkan miliaran rupiah,” ungkap nya.

Dikatakan Agus Boli, di era globalisasi ini, semua orang bisa bekerja di belahan dunia mana saja asalkan mempunyai dokumen yang lengkap dan legal, agar aman hukum, aman sosial dan aman ekonomi.

“Di Nusa Tenggara Timur kita akan lakukan sosialisasi tentang bekerja ke luar negeri secara legal, dan kita jamin kepastian hukum, sosial dan Ekonomi. Saya sendiri laywer dan punya Lembaga Bantuan Hukum Bhumi Pertiwi Nusantara untuk membela hak-hak pekerja migran yang dipermainkan,” tegas Agus Boli.

Penulis: Tarwan Stanis
Editor: Frans Ramli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here