Beranda Florata News Buka Pelatihan TPK, Wabup Manggarai Minta TPK Tidak Manipulatif Data Lapangan

Buka Pelatihan TPK, Wabup Manggarai Minta TPK Tidak Manipulatif Data Lapangan

96
0
Wakil Bupati Kabupaten Manggarai Heribertus Ngabut saat memberikan sambutannya pada kegiatan pelatihan Tim Pendamping Keluarga bagi fasilitator tingkat Kabupaten Manggarai, bertempat di Aula Dinas BKKBN Kabupaten Manggarai, pada, Selasa (31/05/2022). Foto.Yuga Yuliana/FP

FLPRESPOST.CO , RUTENG- Wakil Bupati Kabupaten Manggarai Heribertus Ngabut meminta agar dalam pendataan stunting, Tim Pendamping Keluarga (TPK) tidak memanipulasi data di lapangan. Wabup menginginkan agar data harus sesuai dengan kondisi di lapangan.

Ditambahkan Wabup, hal ini bertujuan agar Pemerintah tidak salah dalam menentukan kebijakan, khusunya dalam intervensi penurunan dan pencegahan stunting.

“Setelah pelatihan ini, ada energi baru pada kita. Ingat, ini merupakan gerakan akseleratif nasional maka kita harus respons dengan baik. Ikuti sampai selesai, sehingga ini menjadi modal untuk kita kerja dalam menekan dan mencegah stunting di Kabupaten Manggarai,” kata Wabup Hery dalam sambutannya pada kegiatan pelatihan Tim Pendamping Keluarga bagi fasilitator tingkat Kabupaten Manggarai, bertempat di Aula Dinas BKKBN Kabupaten Manggarai, pada, Selasa (31/05/2022).

Adapun jumlah TPK di Kabupaten Manggarai sebanyak 723 orang untuk 241 tim yang tersebar di 171 desa/keluarahan. Sementara yang mengikuti pelatihan sebanyak 49 orang.

Dalam sambutannya, Wabup Heri menyampaikan dalam menyelesaikan masalah stunting harus diketahui secara pasti penyebabnya agar tidak salah mengambil langkah penyelesaian.

“Kita harus berkomitmen untuk mencegah meningkatnya angka stunting. Sifatnya antisipatif, preventif, dan partisipatif,” katanya.

Ia meminta para peserta untuk mengikuti pelatihan secara serius, agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat khususnya dalam penanganan dan pencegahan stunting di Kabupaten Manggarai.

Kegiatan itu merupakan hasil kerjasama Perwakilan BKKBN Provinsi NTT dengan DP2KB Kabupaten Manggarai dalam rangka meningkatkan pengetahuan sikap dan keterampilan TPK dalam pendampingan keluarga berisiko stunting.

Kegiatan ini dilakuan sesuai dengan program pemerintah yang ditetapkan dalam Peraturan Presiden No 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting yang mengatur tentang 5 pilar strategi nasional percepatan penurunan stunting.

Selanjutnya Peraturan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nomor 12 tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Stunting (RAN PASTI). Salah satu aspek strategis dalam RAN PASTI adalah pendampingan keluarga berisiko stunting oleh TPK.

Dalam mendukung proses pendampingan keluarga berisiko stunting di lapangan, BKKBN bersama mitra Kementrian atau Lembaga terkait telah membentuk 600.000 TPK yang meliputi Bidan Desa, kader IMP dan kader PKK.

Penulis: Yuga Yuliana
Editor: Tarwan Stanis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here