Beranda Kesehatan Tujuh Warga Manggarai Idap Penyakit Kusta

Tujuh Warga Manggarai Idap Penyakit Kusta

26
0

FLORESPOST.CO, RUTENG- Sebanyak tujuh (7) warga di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga saat ini masih mengidap penyakit kusta.

Hal ini dibenarkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai, Bertolomeus Hermapon. Ketujuh penderita tersebut dirincikan oleh Bertolomeus, Puskesmas Pagal terdapat tiga (3) orang pasien, Puskesmas Beamese 1 orang, dan di wilayah Puskesmas Dintor terdapat dua (2) orang.

Saat ini, kata Kadis Hermapon, mereka sedang dalam perawatan di rumah masing-masing. Petugas kesehatan juga tambahnya, tetap melakukan kunjungan dari rumah ke rumah untuk melakukan pengobatan terhadap penderita.

Ditambahkannya, penyakit Kusta disebabkan oleh mycobacterium leprae dengan proses penularannya melalui kontak langsung antara penderita dengan orang yang sehat.

“Misalkan orang yang sehat itu adalah keluarganya, dan daya tahan tubuh rendah. Karena penyakit ini masuk bisa melalui saluran pernapasan,” sebutnya, saat diwawancarai oleh Florespost.co, di ruang kerjanya, Selasa (14/6/2022).

Kadis Hermapon berpendapat, bahwa mycobacterium lepraem mempunyai gejala-gejala kasus biasanya pada kulit, seperti kulit mati rasa. Masa inkubasi jelas Bertolomeus, jika hari ini ada yang melakukan kontak langsung dengan penderita kusta, maka akan bertahan dua, hingga dua setengah tahun di dalam tubuh manusua baru akan menunjukkan gejala. Maka penanganannya pun kata Hermapon, tidak ada cara lain selain dengan cara pengobatan kusta.

Menurutnya, dari sisi pencegahan, pihaknya sudah melakukan berbagai upaya misalkan sebut Kadis, dengan cara vaksinasi sejak kecil, terutama vaksin Bacillus Calmette Guerin (BCG).

“Banyak orang yang sudah sembuh. Sebetulnya bukan baru di sini,” ungkapnya.

Pihaknya juga terus melakukan penyuluhan agar masyarakat tetap menghindari kontak langsung dengan penderita kusta. Selain itu juga, Ia mengimbau agar masyarakat tetap menjaga pola hidup sehat.

“Saya kira pola hidup sehat itu penting,” tutupnya.

Penulis: Yuga Yuliana
Editor: Tarwan Stanis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here