Sajak: Sesal Sang Pendosa

FLORESPOST.CO : Sajak Feliks Hatam*   Sesal Sang Pendosa “Sesal dari apa yang terjadi itu penting, lebih penting untuk berani mengenal diri dari apa yang sudah dan sedang...

Puisi: Air Mata Lelaki

Oleh: Gerard N Bibang   air mata lelaki   ke mana lagi aku menyembunyikan air mata kalau bukan di baris-baris puisi agar air mataku meleleh sesuka-sukanya mengalir jadi anak sungai tempat engkau...

Kumpulan Puisi: Aku dan Kamu dalam Pusaran Waktu

FLORESPOST.co : Oleh: Ricardus Jundu*   Aku dan kamu adalah apa yang tertulis dalam secercah kisah ini Aku dan kamu adalah apa yang dirindukan dalam kisah ini Aku dan...

Puisi: Sayangnya Aku Manusia

Oleh: Jhanes Harry*   Jika bisa Akan kutulis kisah tentangku dengan kertas beraroma busuk Dengan tinta menyala menusuk mata Dengan pilihan kata-kata hina Jika mampu Akan kuceritakan kisahku bak kisah laknat Dengan...

Puisi: Bintang

Kumpulan Puisi Fransiska Romana Oldin*   Bintang Di singgasana langit malam engkau bertahta bak raja Memaksa mata tuk bersua Menggoda bibir tuk mengumbar senyum paling sempurna Menuntut kaki tuk melangkah...

Puisi: Sepasang Sepatu

Puisi Maria Florentina Surat Lewotobi*   Atas nama rindu dan cinta Kutuliskan sebuah pengakuan Cinta terhadap sepasang telapak kali Yang memiliki tujuan sama   Telapak kaki yang indah Yang masing-masing dengan bersepatu Akankah...

Puisi: Tentang Rasa

Puisi Yustina Angelina*   tentang rasa yang ada bukan karena cerita akal semata, tapi rasa yang mampu membuat hati bersuara merdu, akan cinta yang kaubagikan tanpa ada hati...

Puisi: Awal November

FLORESPOST.co : Puisi Gerard N Bibang awal november   bersama awal november bersinar kemuning katakan padanya bahwa cintaku tak diikat definisi katakan bahwa dunia pecah oleh dendam berkaki...

Puisi: Jejak-Jejak Sunyi

Oleh: Gerard N Bibang   1/ jejak-jejak sunyi berwarta merdu tentang kisah dua anak manusia pada paruh sebuah waktu meski angin tiba-tiba menderu darah dalam nadi mereka kembali mencair ketika rindu...

Puisi: Munafik

Puisi-Puisi Rayyan*   Dari pintu ke pintu Terketuk mata batinnya Masuk Melebur, menyatu Suara samaran Membisukan hati Benteng pertahanan Dibaluti jubah kemunafikan Tampang ganda Lain belakang lain depan Propaganda dibunyikan Alamat keruntuhan Jaya malah layu Progresif malah degradatif Step by...

TERKINI

TERPOPULER