Puisi: Catatan untuk Perempuan Penanti Senja

FLORESPOST.CO : Puisi Lidia Tokan*   CATATAN UNTUK PEREMPUAN PENANTI SENJA.....   Sosok itu. Perempuan penanti senja yang setia. Berkali-kali ia sudahi rindunya pada jingga namun tak jua berakhir.   Ketika pagi berangkat, Ia...

Ayah, Apakah Engkau Dengar ? : Cerpen Algonzaga

Ayah, Apakah Engkau Dengar? Penulis : Algonzaga* Perjuangan hidup bukanlah seindah cerita khayalan di atas awan. Bukan pula seindah imajinasi dunia dongeng. Ada hal nyata yang tidak...

Puisi: Di Sini Saja

Puisi-Puisi Gerard N Bibang   1/ kita di sini saja di naungan malam bercahaya bintang tak ke mana-mana kita punya waktu bukan untuk tidur yang tak berujung melainkan untuk memecah sepi yang...

Puisi: Valentine Kelabu

Oleh: Iwan Kurniawan*   sudah dipastikan valentine kali ini tanpa dirimu saat kasih dan sayang ingin kunyatakan dalam balutan ketulusan dan hati yang harmoni engkau mendadak berpindah hati mencari insan...

Puisi : Senja Tanpa Jingga

FLORESPOST.CO : Puisi-Puisi Windy Sunur*   Senja Tanpa Jingga   Apa kabar senja? Tak terasa sudah setahun aku memisahkanmu dari jingga Kau tahu mengapa? Karena aku sangat membenci jingga yang engkau warnai...

Puisi : Kesendirian Yang Menyiksa

FLORESPOST.CO : Puisi Geraldo Ximenes Leite* KESENDIRIAN YANG MENYIKSA   di tengah malam yang buta aku duduk sambil memandang ke arah bulan tua.. yang mengeluarkan ekspresi kesedihan akan kesendirian.. kesendirian...

Cerpen: Malam Yang Kusam

FLORESPOST.co : Oleh: Marsel Koka*   Aku terjaga pada sebuah malam yang belum pantas sebut sebagai pagi. Gelap masih terlalu pekat. Fajarpun masih terlelap di balik bukit....

Puisi: Pinangan dari Negeri Seberang

FLORESPOST.co : Puisi Nancy Mangkut* Pinangan dari Negeri Seberang   Kugelung rambut menanti senja turun di pantai ini Semarak angin menerbangkan daun Apakah kau sedang sepertiku?   Telah kutunjukkan pinanganmu di jari ku Kepada seluruh...

Puisi: Masa Lalu, Masa Kini

Puisi-Puisi Evan dan Yolfa*   Masa lalu Bukan juga sekarang apalagi besok Ini tentang kemarin Masa yang telah lewat, tidak sampai sepekan yang mampu memberi arah untuk usia hari ini Kusebut...

Puisi ǀ Salam Hormat Untukmu, Presidenku

Oleh: Eddy Naur Einstein* Kumpulan puisi: Salam Hormat Untukmu Presidenku, Menepismu Kuterjepit, Senyapmu Resahkanku, dan Hormat Untukmu Prajurit...

TERKINI

TERPOPULER